Jawab Ganjar Soal Daging Anjing, FX Rudy: Perda Bukan Solusi

Metrobatam, Solo – Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menanggapi arahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait regulasi yang mengatur daging anjing. Rudy menilai perda bukanlah solusi utama untuk menyetop peredaran daging anjing.

Rudy mengaku dapat dengan mudah melarang warung-warung berjualan sate guguk atau jenis olahan daging anjing lainnya. Namun dia masih belum menemukan solusi yang tepat menangani masalah itu.

“Ini mesti kita carikan solusi karena mereka punya keluarga, butuh makan, menyekolahkan anak. Jangan sampai nanti justru dengan adanya pelarangan dan sebagainya justru akan menambah beban bagi pemerintah,” kata Rudy di Balai Kota Surakarta, Rabu (4/12/2019).

Rudy menilai memberikan ganti rugi penutupan warung juga bukan solusi. Langkah tersebut dia nilai hanya sebagai solusi jangka pendek.

“Kalau cuma ganti rugi ya selesai sejak kemarin. Tapi kalau ditutup, hanya ganti rugi kan hanya sekejap. Namun jangka panjangnya kan mereka akan kerja apa. Itu yang harus dipikirkan,” katanya.

Politisi PDIP itu menilai perda dapat dengan mudah disusun. Namun sebelum itu, dia harus memastikan sudah ada solusi yang tepat bagi pedagang olahan daging anjing.

“Ini tidak perlu kita berdebat sampai ke arah cantolan hukum atau apa, namun bagaimana solusinya. Perda itu bisa dipikir paling akhir,” kata Rudy.

FX Rudy juga menilai persoalan tersebut bukan hanya harus diselesaikan di tingkat hilir atau pedagang. Namun pemasok anjing pun harus diatur.

“Kalau Solo tidak ada yang nyetor (anjing) ya pasti tidak ada yang jual,” ungkapnya.

Namun dia mengaku akan tetap mengikuti arahan gubernur secara hati-hati. Rudy akan segera berkoordinasi dengan Bagian Hukum Pemkot Surakarta dan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Surakarta.

Secara perlahan, Rudy berjanji akan melakukan pendekatan kepada para pedagang kuliner ekstrem tersebut. Mereka akan diajak berkumpul dalam sebuah forum untuk mencari solusi bersama.

“Dinas Peternakan sudah kita minta untuk mendata. Nanti kita akan koordinasi dengan pedagang, mungkin per kecamatan atau semuanya. Kita undang, kita ajak berpikir bersama, mencari solusi itu penting,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Ganjar menginstruksikan pemerintahan daerah di Solo Raya membuat aturan jelas soal konsumsi daging anjing. Karena tercatat ada 13.700 anjing dikonsumsi tiap bulannya di wilayah tersebut.

Data tersebut diperoleh dari Dog Meet Free Indonesia (DMFI) yang bertemu Ganjar hari Selasa (4/12). Di Solo saja menurut DMFI tercatat ada 82 warung yang menyajikan olahan daging anjing sedangkan di Solo Raya ada 100 warung lebih. (mb/detik)

Loading...

Related posts