Musim Hujan Mundur, Tanggap Darurat Kekeringan Trenggalek Diperpanjang

Metrobatam, Trenggalek – BPBD Trenggalek memperpanjang masa tanggap darurat kekeringan hingga akhir tahun. Itu karena mundurnya musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Joko Rusianto mengatakan, sebelumnya masa tanggap darurat kekeringan ditetapkan sampai 30 November. Namun setelah dilakukan evaluasi dan pengecekan di lapangan, kondisi krisis air masih cukup parah. Sedangkan hujan belum secara merata terjadi di Trenggalek.

Read More

“Surat perpanjangan masa tanggap darurat sudah ditandatangani Pak Bupati. Kami juga sudah cek di lapangan ternyata masih banyak yang kekeringan. Sehingga distribusi air bersih harus terus dilakukan,” ujar Joko, Senin (2/12/2019).

Menurutnya, sesuai skema penanganan krisis air, sejak September lalu BPBD Trenggalek mulai memanfaatkan Biaya Tidak Terduga (BTT) dari APBD 2019. Dari BTT, BPBD mendapatkan tambahan anggaran Rp 1,2 miliar dan saat ini masih tersisa lebih dari Rp 500 juta.

“Untuk anggaran tanggap darurat tidak ada masalah, karena apabila habis maka kami akan ajukan tambahan lagi ke daerah,” imbuh Joko.

Dari data di Pusdalops BPBD Trenggalek, wilayah yang terdampak kekeringan hingga saat ini mencapai 62 desa/kelurahan. Krisis air tahun ini merupakan yang terparah sejak lima tahun terakhir.

Sementara itu intensitas curah penghujan di Trenggalek masih sangat rendah. Padahal sesuai prediksi awal dari BMKG, musim hujan akan terjadi pada November lalu. (mb/detik)

Related posts