Peringati Hari Ibu, Ridwan Kamil Singgung Rektor Baru Unpad dan ITB Perempuan

Metrobatam, Bandung – Gubernur Jabar Ridwan Kamil memaknai Hari Ibu dengan melihat kesetaraan gender yang semakin setara di Indonesia. Ia menyebut peran perempuan cukup vital dalam dunia pendidikan saat ini.

“Intinya bahwa hari ini kita patut berbangga ya, dari sisi positifnya, kesetaraan gender ini makin menggemuka,” kata Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, dalam peringatan Hari Ibu ke-91 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Senin (23/12/2019).

Ia mencontohkan untuk pertama kalinya Universitas Padjadjaran dan Institut Teknologi Bandung dipimpin rektor perempuan. Rina Indiastuti dipercaya menjadi rektor Unpad, sementara Reini Wirahadikusumah jadi rektor ITB.

“Momennya tahun ini dan namanya pertama kali jadi bisa menjadi sebuah kebanggaan jawa barat bahwa dipimpin oleh perempuan,” kata Kang Emil.

Kang Emil berharap dengan dipimpin perempuan, kedua kampus terbaik di Indonesia ini semakin maju. “Saya tentu berharap dengan rektor perempuan ini bisa membuat Unpad dan ITB semakin luar biasa,” tuturnya.

Di samping itu, ia juga tidak bisa memungkiri masih ada sejumlah persoalan khususnya di kalangan kaum ibu. Di antaranya kekerasan ibu rumah tangga hingga stunting.

“Kita mendukung pencegahan kekerasan terhadap kaum perempuan dan kita dukung kesehatan kamu ibu sejak dari kandungan sampai nanti generasi yang dilahirkannya bisa kompetitif,” ujar Kang Emil.

Istri yang Gajinya Lebih Tinggi dari Suami

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan beberapa pesan terkait Hari Ibu yang diperingati Minggu (22/12). Salah satunya, ia mengajak ibu-ibu untuk tidak pernah menyerah dalam kondisi apapun.

“Bagi perempuan siapa pun dia, entah berpendidikan atau tidak, kita tak boleh menyerah dalam situasi apapun. Kalau kita menyerah, maka anak-anak kita ikut lembek. Sebaliknya, jika semangat, meski dalam kondisi berat, anak-anak kita akan ikut semangat,” kata Wali Kota Risma, Senin (23/12).

Perempuan pertama yang menjabat Wali Kota Surabaya ini menegaskan, kesuksesan dalam bidang apapun bisa diraih kaum perempuan. Menurutnya, Tuhan itu adil. Namun perempuan terkadang lupa, manakala sudah mendapatkan akses yang lebih tinggi.

“Mungkin pendapatan kita-kita (istri, red) lebih tinggi dari suami, kemudian lupa bahwa kita seorang ibu. Ibu dari anak-anak kita, dan istri dari suami kita yang membutuhkan perhatian,” terang Risma.

Oleh karena itu, Risma berpesan, bentuk perhatian yang diberikan seorang ibu tidak harus dengan berada di dekat keluarga terus. Melainkan bisa ditunjukkan dengan mengetahui kondisi dalam keluarga.

“Kita perhatikan ada masalah apa, kemudian mereka (suami dan anak) maunya apa, kita harus tahu,” jelasnya.

Presiden UCLG Aspac ini melanjutkan, meskipun pendapatan yang didapat seorang ibu lebih tinggi dari suaminya, namun tidak seharusnya bertindak semaunya kepada suami dan anak. “Itu gak mungkin, kita tetap punya kodrat, sebagai seorang istri dan ibu,” tambah Risma.

Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya Chandra Oratmangun berharap, para ibu di Kota Pahlawan bisa berdaya secara ekonomi. Pemkot telah melakukan pengembangan ekonomi kreatif melalui Program Pahlawan Ekonomi. Ia berharap, program tersebut bisa dimanfaatkan oleh para ibu untuk membantu perekonomian keluarga.

“Ibu merupakan tiang keluarga. Jadi, perempuan harus tangguh, berdaya secara ekonomi. Dari rumah mereka bisa menjual produk-produk secara online untuk mendukung suami,” kata Chandra.

Menurut Chandra, tugas seorang ibu berat. Apalagi di era saat ini, mereka juga dituntut untuk multitasking (tugas ganda-red). Untuk itu, ia mengaku salut karena kini banyak ibu yang bisa menjalankan tugas-tugasnya di rumah tangga, sosial, politik maupun lainnya.

“Laki-laki dan perempuan bisa saling mengisi. Karena perempuan juga bisa berkiprah di berbagai bidang,” tuturnya. (mb/detik)

Loading...

Related posts