Rumah Hancur, Korban Banjir Sigi Bertahan di Pengungsian

Metrobatam, Sigi – Sebagian besar korban banjir bandang di Kulawi, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, masih tetap bertahan di lokasi pengungsian hingga saat ini.

Kepala Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Sigi, Syaiful Taslim membenarkan masih banyak warga belum kembali ke rumah karena banjir di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Masih banyak korban yang tetap berada di beberapa titik penampungan pengungsi di sekitar Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi,” kata Syaiful dikutip Antara, Senin (16/12).

Taslim mengatakan rata-rata korban yang masih tinggal di pengungsian, rumahnya sudah hancur rata dengan tanah. Bahkan banyak rumah yang terkubur lumpur saat banjir bandang terjadi sejak Kamis (12/12) sekitar pukul 18.30 WITA itu.

Selain rumah warga yang rusak, jembatan dan jalan di wilayah tersebut juga mengalami kerusakan berat karena tertimbun lumpur dan batu-batuan.

Kini badan jalan yang tertimbun itu sudah bisa dilewati kendaraan setelah diperbaiki oleh aparat gabungan TNI/Polri, Basarnas, Tagana Dinas Sosial, Tim TRC BPBD, para relawan kemanusiaan dan juga masyarakat setempat.

Taslim mengatakan untuk memulihkan kembali permukiman penduduk yang disapu banjir bandang masih butuh waktu cukup lama. Masalahnya material yang menutupi perkampung penduduk cukup banyak. Selain lumpur, juga batu-batuan besar dan kayu.

Hampir seluruh warga Desa Bolapapu menjadi korban banjir bandang. Taslim mengimbau semua pihak yang peduli kemanusiaan untuk tetap menyalurkan bantuan guna memenuhi kebutuhan hidup para korban yang rata-rata kehilangan rumah dan isinya karena diterjang banjir.

“Mereka tetap masih butuh bantuan, terutama bahan makanan dan perabot rumah tangga,” ujarnya.

Hingga kini, kata dia, bantuan dari berbagai pihak kepada korban banjir di Kulawi masih mengalir ke posko induk bencana alam di Desa Bolapapu. Menurutnya, bahan makanan masih cukup sampai beberapa hari ke depan.

Banjir bandang di Kulawi menelan korban jiwa dua orang. Kedua korban yaitu ayah dan anak tewas tertimbun lumpur setelah terperangkap di dalam rumah saat bencana alam yang memilukan itu terjadi pada 12 Desember lalu. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait