Wawako Batam Minta PPNS Selidiki Penimbun Solar

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat meninjau barang bukti penimbunan solar yang diamankan sementara di UPTD Metrologi Legal di Batam Centre. (Foto : MCBatam)

Metrobatam.com, Batam – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menemukan lokasi penimbunan solar bersubsidi di Sagulung dan Sekupang. Sebanyak 3 ton solar diamankan dari lokasi tersebut, Rabu (11/12).

“Disperindag mendapatkan sebanyak 3 ton solar yang terindikasi dimainkan pelangsir. Modusnya dengan cara mendesain mobil tertentu, membeli di SPBU tertentu, lalu kemudian dimasukkan di suatu tempat,” tutur Wakil Wali Kota Batam saat meninjau barang bukti yang diamankan sementara di UPTD Metrologi Legal di Batam Centre.

Amsakar mengaku kecewa karena tindakan yang dilakukan ini sungguh menyusahkan masyarakat. Pemerintah Kota Batam, menurutnya, sering mendapat keluhan. Masyarakat sering kehilangan solar, nelayan sering kesulitan mendapat solar, ternyata ada praktik yang tidak sehat.

“Saya minta kepada Disperindag agar melalui PPNS (penyidik pegawai negeri sipil) kita langsung menginvestigasi, melakukan pendalaman informasi. Diambil ke mana, sudah seberapa lama, berapa banyak, dan kemudian dijual ke mana,” sebutnya.

Selain mengamankan solar dalam tampungan, Disperindag juga membawa serta satu unit mobil bak terbuka. Mobil jenis dua kabin ini telah dimodifikasi di kursi bagian belakang. Bagian kabin penumpang diganti menjadi tangki penampung bahan bakar.

“Mobil ini kita amankan dari lokasi di Sekupang. Bannya sengaja dikempiskan, tapi kita bisa derek. Selain itu kita juga membawa tangki fiber yang sudah kosong. Sepertinya mereka sudah mendapat informasi soal pengawasan di Sagulung, jadi solar mereka langsung dibuang, dikosongkan. Sebanyak 3 ton solar yang kita amankan itu, dari lokasi Sagulung saja,” papar Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau.

Ia menjelaskan, pengamanan ini bermula dari laporan masyarakat. Lalu ia menurunkan tim untuk melakukan pengawasan ke lokasi. Di Sagulung, lokasi penimbunan disamarkan dengan bengkel.

“Banyak laporan yang diterima. Tapi selama ini kosong. Saat ke lokasi, tidak ada. Terus begitu. Sudah satu minggu ini kami dapat laporan ada penimbunan. Kami coba ke sana, ternyata memang ada. Langsung kami lakukan pengawasan,” kata Gustian.

(MB/MCBatam)

Loading...

Related posts