Jokowi Minta Tito Ingatkan Kepala Daerah Siaga Bencana

Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk mengingatkan seluruh kepala daerah agar waspada dan siaga dalam menghadapi bencana, terutama saat musim hujan ekstrem seperti saat ini.

Jokowi mengingatkan agar para kepala daerah memiliki persiapan, perencanaan, hingga evakuasi.

Bacaan Lainnya

“Kementerian Dalam Negeri tolong diingatkan seluruh kepala daerah agar semuanya waspada dan siap siaga dalam menghadapi bencana, terutama dalam musim hujan ekstrem seperti sekarang ini,” kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna ‘Penetapan RPJMN 2020-2024’, di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/1).

Mantan Wali Kota Solo itu juga meminta kementerian terkait dengan bencana banjir ini untuk terus turun ke masyarakat.

Ia menyebut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Batubara, hingga Menteri BUMN Erick Thohir agar menyediakan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Meskipun saya lihat semuanya sudah bergerak, namun saya ingatkan lagi,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga menginstruksikan agar jajaran TNI dan Polri bisa cepat membantu ke lapangan begitu terjadi bencana.

“Juga Basarnas dan juga BNPB, perintah tak perlu saya ulang-ulang lagi,” kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Banjir melanda wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten sejak 1 Januari lalu. Ratusan ribu orang mengungsi. Sejauh ini, sudah tercatat 67 orang meninggal dunia.

Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut pemerintah bakal memberikan bantuan Rp500 ribu kepada korban banjir. Dengan bantuan itu, Muhadjir berharap korban banjir tidak tinggal di pengungsian.

Menteri Sosial Juliari Batubara juga menyiapkan bantuan. Jumlah dana yang dikucurkan mencapai Rp4 miliar.

Bantuan sebesar Rp1,9 miliar diberikan kepada DKI Jakarta, Jawa Barat Rp1,5 miliar, dan Rp720 juta untuk Banten.

Bantuan itu dimanifestasikan dalam bentuk paket makanan, tenda, kebutuhan rumah tangga, selimut dan pakaian. Bantuan diberikan secara bertahap.

Bagi korban meninggal dunia, ahli waris akan diberikan Rp15 juta.

“Semua ahli waris korban akan mendapatkan santunan sebesar Rp 15 juta,” kata Menteri Sosial Juliari P Batubara melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/2). (mb/cnn indonesia)

Pos terkait