Saat Tinjau Longsor Sukajaya Bogor, Jokowi Diguyur Hujan Deras

Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan diguyur hujan deras saat hendak meninjau lokasi longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/1). Dia pun terpaksa balik arah dan kembali ke kantor desa.

Awalnya Jokowi bersama rombongan menteri meninjau korban banjir dan longsor Desa Harkat Jaya. Jokowi dan rombongan tiba di Kantor Desa Harkat Jaya, sekitar pukul 09.10 WIB.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam langsung menghampiri warga di kantor desa yang menjadi posko bantuan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu terlihat berbincang dengan beberapa warga. Setelah itu, Jokowi langsung masuk ke dalam Kantor Desa Harkatjaya untuk melihat bantuan yang terkumpul.

Ia juga menyerahkan paket sembako kepada para warga terdampak. Paket sembako diserahkan oleh para relawan kepada warga yang berkumpul di Kantor Desa Harkat Jaya.

Usai berbincang dengan para warga, Jokowi lantas menuju lokasi longsor yang menutup jalan Desa Harkat Jaya. Jalan utama desa it tertutup material longsor.

Mengenakan sepatu sneakers, mantan Wali Kota Solo itu terus berjalan mendekat titik longsor. Di lokasi longsor tersebut sudah terdapat ekskavator yang digunakan untuk membuka jalan.

Namun, saat Jokowi hendak lebih dekat melihat lokasi longsor, hujan turun deras. Ia pun mengurungkan niat mendekati lokasi longsor dan memilih balik arah.

Jokowi pun langsung meminta pelindung kepala. Ia buru-buru dikasih sebuah tas selempang untuk menutup kepalanya dari hujan.

Beberapa anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) juga buru-buru mengambil payung. Untuk sementara Jokowi mengenakan jas hujan plastik berwarna hijau yang diberikan paspampres serta berlindung di bawah payung berukuran kecil.

Seorang warga sembari membawa sebuah ponsel mendekat ke arah Jokowi. Ia bersalaman dan juga meminta foto bersama kepala negara.

Jokowi terus berjalan menjauh titik longsor untuk kembali ke Kantor Desa Harkat Jaya. Hujan sedikit reda ketika ia dan rombongan menjauh dari titik longsor tersebut.

Menurut seorang warga bernama Feri, longsor yang menutup jalan utama desa itu sudah terjadi sejak 1 Januari lalu. Sampai saat ini jalan tersebut belum bisa dilewati kendaraan.

Ia menyatakan terdapat beberapa desa yang masih terisolir karena jalan tertutup longsor, yakni Desa Urug, Kiara Pandak, Kiara Sari, dan Cisarua.

Sementara desa yang diterjang banjir dan longsor di Kecamatan Sukajaya, antara lain Kampung Sinar Harapan, Kampung Banar, Kampung Congcorang, Cibuluh, dan Babakan Tajur.

Dalam kunjungan kali ini, Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Batubara, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

8 Orang Tewas dan 4 Warga Hilang

Jumlah korban yang meninggal akibat longsor dan banjir di kawasan Bogor tercatat delapan orang tewas dan sejumlah orang hilang.

“Korban jiwa data terakhir kemarin ada delapan orang (meninggal dunia),” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (7/1/2020).

Delapan jiwa ini terdiri dari lima warga Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, dua orang warga Nanggung, dan satu orang warga Tanah Sereal, Kota Bogor.

“Meninggal akibat banjir dan tanah longsor,” kata Erlangga.

Selain itu, Erlangga juga menyatakan ada sejumlah warga yang hilang akibat banjir dan longsor di wilayah Bogor. Berdasarkan data yang diperoleh, ada empat orang warga yang hilang.

“Ada empat yang hilang. Tiga dari Kecamatan Sukajaya dan satu orang dari Jasinga. Diduga hilang terbawa arus. Sementara dari data, yang luka-luka ada 15 orang,” tuturnya.

Selain di Bogor, banjir juga melanda kawasan Bandung Barat dan Karawang. Erlangga menyatakan saat banjir terjadi, 7.762 rumah terendam.

“Sementara rumah yang rusak akibat banjir mencapai 2.393 unit,” kata Erlangga. (mb/detik)

Loading...

Related posts