Realisasi Usulan Musrenbang di Kota Batam Butuh Dana Rp 12 Triliun

Metrobatam.com, Batam – Butuh dana sebesar Rp12 triliun untuk memenuhi semua permintaan warga yang terangkum dalam kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Sementara kemampuan anggaran daerah, baru mencapai Rp3 triliun pada 2020 ini.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin mengatakan untuk itulah perlu ada namanya usulan prioritas.

“Kenapa harus ada prioritas? Karena kita tak cukup duit. Dalam Musrenbang untuk pembangunan 2020 tahun lalu kita sudah rekap, kita rangkum semua usulan masyarakat, butuh uang Rp12 triliun. Sementara kemampuan APBD kita tahun ini hanya Rp3,014 triliun,” ujarnya dalam Musrenbang Kelurahan Pelita di Cabuci Cafe, Rabu (5/2).

Musrenbang, sambung Jefridin, adalah mekanisme yang harus dilalui dalam menyusun rencana kegiatan pemerintah. Pelaksanaannya dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, provinsi, hingga nasional.

“Tapi untuk menyalurkan aspirasi masyarakat, tak hanya melalui musrenbang. Saluran lainnya juga ada namanya reses oleh anggota dewan,” kata dia.

Jefridin mengatakan beberapa tahun terakhir musrenbang di Pemko Batam sudah menggunakan sistem elektronik. Seluruh usulan bisa diinput ke sistem. Namun kemudian dari tiap kelurahan mengajukan 10 prioritas usulan.

“Mana yang tingkat urgensinya paling besar, itu kita dulukan,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Camat Lubukbaja, Novi. Menurutnya dengan sistem elektronik ini tidak ada lagi usulan yang masuk di tengah perjalanan.

“Usulan Bapak Ibu akan nampak terus. Tak bisa tiba-tiba muncul hari ini. Yang dibahas sudah diinput dalam sistem. Dapat dipantau oleh semua,” terangnya.

Dengan sistem ini juga bisa terlihat usulan mana yang cukup lama tertunda. Ia mencontohkan pembangunan batu miring di satu lokasi di Lubukbaja. Usulannya sudah masuk sejak 2008 lalu. Namun bertahun-tahun tidak terealisasi.

“Setelah kita pakai sistem ini di 2017, pada 2018 alhamdulillah sudah dikerjakan. Sekarang sudah selesai,” kata dia.

Kepada warga Lubukbaja, khususnya Kampung Pelita, Novi mengajak untuk sama-sama menjaga fasilitas yang sudah dibangun pemerintah.

“Kita bangga Lubukbaja jadi lokus pembangunan jalan utama. Tolong dijaga. Bila ada penutup drainase hilang, ada bangunan liar menutup drainase, segera laporkan,” pesannya.

(mcb/mb)

Loading...

Related posts