oleh

Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang Minta BUMD Tanjungpinang Tunda Pemungutan Retribusi Pasar

Metrobatam.com, Tanjungping РWakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Deerah (DPRD) Tanjungpinang, Hendra Jaya, S.ip meminta Badan Usaha Milik Daerah  (BUMD) Tanjungpinang dapat menunda atau menangguhkan Pemungutan Retribusi Pasar, Anjung Cahaya, Melayu Squer, dan Akau Potong Lembu.

Hal tersebut berkaitan dengan merebaknya Virus Covid 19. Sehingga menyebabkan menurunnya penghasilan pedagang

“Pasca Covid-19 ini, banyak aduan dan keluh kesah masyarakat Tanjungpinang yang masuk, baik SMS maupun Whatsapp.” kata Hendra Jaya kepada awak media, Sabtu (28/3/2020) malam.

Kata Hendra, menindaklanjuti keluhan terrsebut Ia bersama Anggota Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang seperti Arif, Frangki Fesinto dan Momon telah memanggil pihak pengelola PT. Tanjungpinang Makmur Bersama (TMD) BUMD Kota Tanjungpinang.

Dan dari hasil pertemuan antara pihak BUMD Kota dengan kita (DPRD) yakni kita meminta pihak BUMD untuk memberikan data yang valid sebagai acuan dan tolak ukur dalam mencari solusi tersebut. Karena pada saat kita panggil, pihak BUMD tidak membawa dokumen/data yang kita minta.” terangnya.

“Oleh karena itu, saya berharap kepada pihak BUMD dalam waktu dekat bisa memberikan data tersebut, sebagai pembahasan kita (DPRD dan BUMD) dalam mengambil langkah dan kebijakan apa, yang akan diambil nantinya,” tegasnya.

“Juga kepada teman – teman pedagang, saya berharap selain bisa memaklumi situasi saat ini, juga bisa untuk bersabar. Karena dalam mengambil suatu putusan, ada tahapan dan korelasinya, tidak bisa asal diputuskan begitu saja. Jangan menyelesaikan satu masalah, menimbulkan masalah baru.” pintanya.

“Sebab yang kita ketahui, berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak BUMD, bahwa pengeluaran biaya operasional dan gaji 75 karyawan mereka dari retribusi yang mereka tarik dan terima dari penyewa lapak dan tempat, serta pas pelabuhan.” paparnya.

Ia juga meminta kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang, juga memberikan perhatian kepada masyarakat yang tidak terpapar. “Bagaimana dan apa solusi kita himbauan atau anjuran “tidak keluar rumah,” ungkapnya.

(budi mb)

News Feed