Berstatus PDP Peserta Ijtima Gowa di Sampit Meninggal

Metrobatam, Jakarta – Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona (Covid-19) di RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meninggal dunia, pada Jumat (10/4) malam. Pasien merupakan peserta Ijtima Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan.

“Pemakamannya tetap dilaksanakan sesuai protokol COVID-19 dengan pemantauan petugas kesehatan,” kata Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi saat memberi keterangan pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Sampit, Sabtu (4/11).

Read More

Pasien yang meninggal tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 52 tahun. Ia dirawat di ruang isolasi mulai 8 April 2020 dengan keluhan sesak napas dan memiliki penyakit hipertensi. Pasien lantas meninggal dunia karena gagal pernapasan.

Jenazah sudah dibawa pulang pihak keluarga untuk dimakamkan dengan pengawasan petugas kesehatan sesuai protokol pemakaman penderita Covid-19.

Supian mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap swab pasien tersebut. Kondisi kesehatan pihak keluarga pasien yang sudah menjalani isolasi mandiri tersebut juga terus dipantau oleh tim kesehatan.

Ia memastikan orang dalam pemantauan (ODP) terkait virus corona, termasuk klaster Gowa yang berjumlah 59 orang, terus dipantau oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotawaringin Timur. Mereka kooperatif untuk menjalani pemeriksaan petugas kesehatan.

“Saya minta masyarakat tidak usah panik. Yang penting kita tingkatkan kewaspadaan. Patuhi anjuran pemerintah untuk melakukan pencegahan penularan Covid-19. Mari bantu pemerintah memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujar Supian.

Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur dr Faisal Novendra Cahyanto mengatakan pemulasaraan jenazah dilakukan sesuai protokol penanganan Covid-19. Pihak keluarga diizinkan membawa pulang dan memakamkan pasien tersebut di daerah mereka karena hingga saat ini statusnya masih PDP.

“Pemulasaraan dan pemakaman dilakukan sesuai protokol Covid-19. Hasil swab pasien yang meninggal ini diperkirakan sudah bisa didapatkan besok. Nanti akan kami sampaikan,” kata Faisal.

Sampai hari ini, jumlah pasien positif virus corona di Kotawaringin Timur sebanyak tiga orang. Sementara ODP sebanyak 95 orang dan PDP sebanyak delapan orang.

RSUD dr Murjani Sampit juga merawat empat PDP rujukan dari daerah lain yaitu satu pasien dari Murung Raya dan tiga pasien dari Kabupaten Katingan.

Kasus Pertama di Karanganyar

Sementara di Kabupaten Karanganyar mencatatkan kasus positif virus corona, Jumat (10/4). Salah satu pasien terkonfirmasi positif memiliki riwayat sebagai peserta Ijtima Dunia di Gowa.

Pasien positif tersebut diketahui bersama seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal di RSUD dr Moewardi beberapa waktu lalu.

“Cuma yang PDP itu hasilnya belum keluar. Tapi kalau yang ini sudah pasti positif,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Sabtu (11/4).

Mulanya, pasien tersebut mengeluh sakit flu disertai demam setelah pulang dari Gowa. Ia sempat dirawat di RSUD Karanganyar selama 14 hari. Selama dirawat, sampel pasien itu diambil untuk dites PCR. Lantaran kondisinya membaik, pasien diperkenankan pulang dan menjalani karantina mandiri sambil menunggu hasil tes.

“Ternyata hasil tesnya keluar hari ini positif,” katanya.

Sementara kasus pasien kedua diketahui sempat bepergian ke beberapa daerah terjangkit. Ia mengeluh sakit setelah mengikuti training di Tangerang 23-24 Februari. Setelah merasa sembuh, ia berpergian ke Batam pada tanggal 8 Maret.

Sepulang dari Batam, kesehatannya kembali menurun. Namun ia sempat bepergian ke Tangerang sebelum akhirnya dirawat di Rumah Rakit Kasih Ibu, Solo pada tanggal 20 Maret.

“Tanggal 28, pasien ini dibolehkan pulang karena kondisinya sudah baik. Tapi hasil swab-nya keluar hari ini positif,” ujar Yuli.

Karanganyar Umumkan Kasus Perdana Corona, Peserta Ijtima GowaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Pemerintah Kabupaten Karanganyar berencana kembali melakukan uji swab untuk mengetahui status terkini dua pasien tersebut. Pasien asal Sewurejo akan diambil sampelnya Senin (13/4) depan. Sementara pasien kedua akan diambil sampelnya Sabtu (18/4).

PLT kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Purwanti menambahkan dua pasien tersebut diwajibkan menjalani karantina mandiri ketat di rumah masing-masing Sesuai protokol penanganan pasien Covid-19 terbaru.

“Hasil tes darah dan rontgen-nya bagus. Makanya boleh karantina mandiri ketat,” kata dia.

Dinkes Kabupaten Karanganyar, lanjutnya, juga masih melakukan contact tracing kepada dua pasien tersebut. Warga yang diketahui melakukan kontak dekat dengan dua pasien itu diminta menjalani karantina mandiri 14 hari.

“Contact tracing terus kita lakukan terutama untuk pasien yang dari Paulan, Colomadu. Beliau kan pengusaha dengan banyak karyawan dan sempat bertemu banyak orang,” katanya. (mb/cnn indonesia)

Related posts