oleh

Dalam 24 Jam Terakhir, AS Laporkan 2.108 Kematian Akibat Corona

Metrobatam, Jakarta – Amerika Serikat menjadi negara pertama yang melaporkan lebih dari 2.000 kematian akibat infeksi virus corona dalam kurun waktu 24 jam.

Berdasarkan perhitungan Johns Hopkins University pada Jumat (10/4), AS mencatat 2.108 kematian karena penyakit akibat virus corona atau Covid-19 dalam satu hari.

Dengan demikian, AS total sudah melaporkan 18.586 kematian akibat Covid-19, di bawah Italia sebagai negara dengan orang meninggal karena virus corona paling banyak, yaitu 18.849.

Secara keseluruhan, kasus infeksi virus corona di AS sudah nyaris menembus setengah juta, yaitu 496.535, atau melonjak 35.098 kasus dalam kurun waktu 24 jam.

Meski demikian, para pejabat AS terus menggaungkan harapan bahwa kurva angka infeksi virus corona itu akan segera melandai.

Presiden AS, Donald Trump, bahkan mengatakan bahwa kurva infeksi virus corona di negaranya sudah hampir mencapai puncak. Ia pun mulai mempertimbangkan membuka kembali negaranya dari lockdown sesegera mungkin.

“Tak perlu dipertanyakan lagi, ini merupakan keputusan terbesar yang pernah saya ambil,” ucap Trump.

Dimakamkan di Pulau Jasad Tak Dikenal

Sementara itu Pemerintah New York City, Amerika Serikat, bakal menguburkan pasien positif terjangkit penyakit akibat virus corona atau Covid-19 di Pulau Hart, kawasan yang kerap jadi tempat pemakaman jasad tak dikenal.

“Jumlah kematian memilukan yang kita lihat berarti ada banyak pula kematian menyedihkan orang yang tak punya keluarga atau teman yang bisa menguburkan mereka. Mereka akan dikuburkan di Pulau Hart,” ujar Wali Kota New York City, Bill de Blasio di Twitter.

Namun, Blasio memastikan bahwa mereka tak akan menjadikan Pulau Hart sebagai “kuburan massal” untuk para pasien corona.

“Tak akan ada pemakaman massal di Pulau Hart. Semua akan dilakukan secara individu dan semua jasad akan diperlakukan dengan bermartabat,” tuturnya.

Sekretaris pers pemerintah AS, Freddi Goldstein, kemudian mengatakan kepada CNN bahwa pasien positif corona yang tak dikenal akan dimakamkan di pulau itu dalam beberapa hari mendatang.

Goldstein menuturkan bahwa berdasarkan aturan pemerintah, yang boleh dikubur di Pulau Hart merupakan korban meninggal, tapi tidak diklaim keluarganya dalam jangka waktu 14 hari.

“Mereka (yang dikubur di pulau) adalah orang-orang yang selama dua minggu, kami belum dapat menemukan orang yang mengatakan, ‘Saya kenal orang itu. Saya akan menangani penguburannya,'” ucap Goldstein.

Goldstein juga mengatakan bahwa biasanya sekitar 25 orang dimakamkan di pulau itu setiap minggunya. Namun, sejak ada wabah corona, rata-rata 25 jasad dikebumikan di pulau itu setiap hari.

Pulau Hart merupakan area pemakaman umum yang sudah digunakan selama lebih dari 150 tahun dan dikelola pemerintahan setempat. Lokasi tersebut biasa menjadi tempat penguburan jenazah yang tak diklaim keluarganya di kamar mayat kota selama 30 sampai 60 hari.

(mb/cnn indonesia)

News Feed