oleh

Jelang Pelaksanaan PSBB Jakarta, Polisi akan Gelar Patroli Skala Besar Dalam 2 Hari

Metrobatam, Jakarta – Aparat dari Polda Metro Jaya akan menggelar patroli skala besar dalam dua hari ke depan, sebagai tindak lanjut pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di Jakarta, Jumat (10/4).

“Selama dua hari ini, kita sambil patroli skala besar. Kita sambil sosialisasikan kepada masyarakat masalah PSBB ini,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/4).

Yusri pun menegaskan pihaknya bakal melakukan patroli selama 24 jam setiap hari untuk mencegah warga ibu kota berkumpul di tengah wabah virus corona (Covid-19).

“24 jam kita keliling bersama TNI dan Pemda, Kamtibmas, Babinsa sama RT, RW, lurah, dari Polsek jalan terus,” kata Yusri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/4).

Sejauh ini, Yusri mengklaim telah terjadi penurunan aktivitas masyarakat yang berkumpul atau berkerumun.

“Sekarang sudah mulai menurun, indikator menurun apa, restoran sudah enggak menerima lagi namanya orang bertamu datang ke situ,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan PSBB akan membatasi pergerakan dan interaksi warga ibu kota. Kerumunan orang akan dilarang jika berjumlah lebih dari lima orang.

Pemprov DKI bersama polisi dan TNI akan membubarkan dan mengambil tindakan tegas jika ada kerumunan di atas lima orang.

“Jadi patroli akan ditingkatkan. Ini bukan untuk kepentingan siapa-siapa. Tapi untuk kepentingan kita semua,” ujar Anies, Selasa (7/4).

Anies juga melarang acara resepsi pernikahan dan acara lain yang berpotensi mengundang orang dalam jumlah besar.

Selain itu ada pembatasan operasional transportasi umum, peliburan sekolah dan perkantoran. Pengecualian diberlakukan bagi kantor pemerintahan dan usaha di sektor yang berkepentingan dengan kebutuhan orang banyak.

Polisi Imbau Ojol Jaga Jarak-Pakai Masker

Menjelang pemberlakuan PSBB ini, polisi melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan polisi lalu lintas terhadap driver ojek online (ojol) di Stasiun Klender, Jakarta Timur, siang tadi.

“Iya itu kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) dari Kamsel Satlantas Wilayah Jaktim,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (8/4/2020).

Dalam kegiatan tersebut, polisi memberikan sosialisasi soal aturan-aturan dalam PSBB. Salah satunya dilarang berkumpul lebih dari 5 orang.

Hal ini juga dilakukan sekaligus dalam rangkaian Operasi Keselamatan Jaya 2020. Dalam operasi ini, polisi memberikan penyuluhan bahwa masyarakat wajib menggunakan masker saat berada di luar rumah.

“Karena saat ini kan lagi Operasi Keselamatan Jaya, jadi kita imbau jaga jarak dan penggunaan masker, kegiatan selama operasi Keselamatan Jaya 2020,” katanya.

PSBB ini mengatur kegiatan-kegiatan yang dibatasi dan juga yang dilarang. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona (COVID-19).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pada prinsipnya PSBB telah diterapkan di Jakarta selama 3 minggu terakhir. Karena itu, dalam PSBB, yang utama adalah dilakukan penegakan hukum. Anies mengatakan akan ada tindakan hukum bagi warga yang melanggar aturan pembatasan dalam PSBB.

“Karena, akan disusun peraturan yang peraturan ini memiliki kekuatan mengikat kepada warga untuk mengikuti. Jadi kita berharap pembatasan nantinya bisa ditaati, sekaligus menjadi pesan bagi semua bahwa ketaatan kita untuk membatasi pergerakan, membatasi interaksi itu akan sangat mempengaruhi kemampuan kita untuk mengendalikan virus ini,” tutur Anies.

“Jadi kegiatan patroli akan ditingkatkan dan kami mengharap kepada seluruh masyarakat untuk menaati,” imbuh Anies. (mb/cnn indonesia/detik)

News Feed