Lingkar Literasi, Perpustakaan Keliling yang Butuh Cahaya dari Pemerintah

Melihat sepinya minat membaca, sekelompok pemuda yang tergabung dalam satu satu wadah yang dinamai “Lingkar Literasi” membuat perpustakaan keliling di sekitaran Laman Boenda, Kota Tanjungpinang.

“Aktifitas kita biasanya, melapak buku untuk dibaca gratis, peminjaman buku, mewarnai bersama anak pedagang dan pengunjung sampai membuat kelas non formal untuk anak – anak pedagang bang,” ungkap Koordinator Lingkar Literasi Benni Oloan Marpaung, Kepada awak media ini, Kamis (30/7) malam.

Read More

Beni menceritakan semenjak Lingkar Literasi ini dibuka pada bulan Agustus 2018. Banyak duka yang dialaminya.

“Suka duka disana, paling kalau malam penerangan yang kurang, jadi kurang produktif. Selain itu, hujan, dan pernah kita dilarang melapak disana karena dianggap mengganggu ketertiban umum,” ucapnya.

Untuk itu, Beni berharap agar Pemerintah mau membantu. Terutama penerangan untuk membaca buku di malam hari.

Karena, Beni mengakui bahwa selama ini belum ada sekalipun uluran tangan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang maupun Provinsi Kepulauan Riau dalam membantu kegiatan ini.

“Kami berharap baik pemerintah Provinsi dan Kota bisa melek mata dgn apa yang kami buat. Kami tidak berharap banyak selain penerangan yg layak agar tetap bisa mengajar anak – anak pedagang,” tutupnya. (boedi)

Related posts