BNNP Kepri Tangkap 3 Tersangka Penyeludup Narkoba dari Malaysia di Batam

Metrobatam.com, Batam – Tiga kurir narkoba jaringan internasional ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri). Sebanyak 10.462 gram sabu-sabu diamankan dari tangan para tersangka.

Tersangka penyelundupan narkoba yang diduga berasal dari Malaysia ditangkap BNNP Kepri di sebuah rumah di Taman Yasmin Kebun, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Sekira pukul 10.00 WIB. Rabu (29/7/2020).

Read More

Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Drs, Richard M. Nainggolan, M.M., MBA mengatakan, Petugas BNNP Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat tentang akan terjadinya transaksi narkotika golongan I jenis Sabu dan diduga Sabu tersebut berasal dari Malaysia, sekira pukul 11.00 WIB.

Setelah itu, Petugas BNNP Kepri melakukan pemeriksaan di sebuah rumah no. 67 dan mendapati ada 1 (satu) orang pria bernama M (29 Thn) WNI di dalam rumah tersebut, dari saudara M  ditemukan 2 (dua) bungkus jenis Sabu.

“Sabu tersebut akan diantarkan kepada seseorang yang bernama T (35 Thn) WNI yang sudah menunggu di seputaran daerah tersebut. Kemudian petugas melakukan Control Delivery (CD) dan melakukan penangkapan terhadap saudara T (35 Thn) WNI di dalam sebuah mobil Avanza di pinggir jalan di seberang SMA Negeri 3 Kota Batam,” ungkap Kepala BBP Kepri.

Kemudian, Petugas BNNP Kepri melakukan test urine terhadap kedua tersangka dan didapatkan hasil dari saudara M adalah negatif dan saudara T adalah positif Metafentamin dan Amfetamin.

“Pada pukul 14.30 WIB saudara M mendapat telefon dari Aceh untuk mengantar 1 Kg kepada saudara Y (30 Thn) WNI Kemudian pada pukul 17.45 WIB petugas melakukan Control Delivery (CD) dan melakukan penangkapan terhadap saudara Y (30 Thn) WNI,” sambung Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard Nainggolan.

Kemudian, Petugas BNNP Kepri melakukan test urine terhadap kedua tersangka dan didapatkan hasil kedua tersangka positif Metafentamin dan Amfetamin.

Selanjutnya, pada hari Rabu tanggal 29 Juli 2020 sekira pukul 12.00 WIB, tersangka dan barang bukti dibawa oleh petugas Bidang Pemberantas BNNP Kepri ke kantor BNNP Kepri guna penyidikan dan pengembangan kasus lebih lanjut.

“Masing-masing tersangka dijanjikan upah sebesar, saudara M Rp.5 Jt/KG, saudara T RP.5 Jt/2 KG, dan saudara Y Rp.5.Jt. Pemilik barang adalah A (DPO) yang berada di Malaysia. Tersangka berperan sebagai kurir dan baru pertama kali melakukan pengiriman. Tersangka menunggu instruksi lebih lanjut terkait pengiriman dan tujuan barang. Dari hasil pengungkapan ini telah menyelamatkan 52.310 jiwa bangsa Indonesia dari bahaya Narkoba. Dan dari hasil pemeriksaan urine diketahui bahwa tersangka M (negatif), T (positif), dan Y (positif) Methamphetamine,” ungkap Richard.

“Pasal yang dikenakan 114 dan 112 Undang-undang tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup,” tutupnya. (yandra)

Related posts