Desa Tuhegeo ll Mulai Pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung di Bowoangi dan Lotu

Metrobatam.com, Gunungsitoli – Pemerintah Desa Tuhegeo ll Kecamatan Gunungsitoli idanoi, Kota Gunungsitoli memulai Pematokan Pekerjaan pembangunan Jembatan Gantung yang ada di dua lokasi yaitu sungai Bowoangi dan sungai Lotu Dusun ll  dari anggaran Dana Desa Tahun 2020 Tahap Pertama 40% dengan nilai anggaran Rp 363 juta yang di hadiri oleh Camat Gunungsitoli idanoi Dasma Telaumbanua SH.MH, beserta Staf, PDTI Saulwanto, Tenaga Teknis Yasiduhu Harefa, BPD,LPM, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat Desa, Senin (08/09/2020).

Camat Gunungsitoli idanoi, Dasma Telaumbanua SH.MH mengatakan, bahwa agar kegiatan pelaksanaan Dana Desa dapat bersinergi, saling bekerjasama, dan tetap menjunjung kekompakkan karena keberhasilan utama dalam pembangunan itu didasari dengan adanya kebersamaan dan kekompakan, sebesar apa pun pembangunan kalau tidak di dukung kebersamaan di Desa maka itu menjadi hambatan. Dan kita berharap kita memulai ini sebagai stanting poin pembangunan yang kita lanjutkan nanti di pembangunan-pembangunan lain khususnya di bidang infrastruktur.

Read More

Kepala Desa Tuhegeo ll menyampaikan, bahwa Pada hari kita memulai pekerjaan atau pematokan dan mengenai pekerjaan telah dilakukan sosialisasi pelaksanaan Dana Desa Tahun 2020 pada bulan yang lalu, dan setelah diadakan sosialisasi maka bergerak pelaksana untuk mengadakan bahan dan setelah ada bahan maka pada hari ini kita memulai pekerjaan atau pematokan.

“Pentingnya jembatan gantung ini karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa sehingga semua warga Desa Tuhegeo ll dan bahkan ada warga masyarakat yang bukan warga Desa Tuhegeo ll melewati jembatan ini setiap hari, setiap saat dan terlebih-lebih Guru- Guru  SDN Madolaoli dan Murid-murid SMP dari Tuhegeo ll ke SMP Lawuo di Loloana’a. Selain masyarakat, murid dan Guru yang melewati atau melalui Jalan ini ada lagi masyarakat luar seperti masyarakat kecamatan lain, dari kabupaten Nias dari Desa Sisobahili, Desa Ladea dan Hilimbowo idanoi. Jadi sangat terkendala bila hujan,” tutur Kades.

“Kami Pemerintahan Desa sangat mementingkan membangun jembatan Gantung ini, melalui Dana Desa Tahun 2020. Dan kami juga berterimakasih kepada Camat Gunungsitoli idanoi dan Dinas PMDK yang telah mengizinkan kami untuk menganggarkan Dana anggaran untuk Jembatan gantung ini dari Dana Desa yang aitemnya dari Dana Afirmasi,” lanjutnya.

“Sejak Indonesia merdeka belum tersentuh pembangunan dan terbukti sampai saat ini medan jalannya susah. Untuk itu saya berharap supaya semua medan jalan di Desa Tuhegeo ll terus ada pembangunan. Jadi kami mengharapkan kepada masyarakat Desa Tuhegeo ll dapat mendukung kami Pemerintah Desa demi memajukan Desa kita dalam melaksanakan pembangunan,” ujarnya.

“Maka kewajiban kami Pemerintah Desa berusaha semaksimal mungkin supaya Desa Tuhegeo ll yang sangat terisolir ini bisa terbangun secepatnya. Dan kalau saya hanya mengharapkan bantuan dari Dana Desa maka saya yakin bahwa Pembangunan di Desa Tuhegeo ll tidak bakal cepat. Jadi kita mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kota Gunungsitoli, Propinsi maupun Pusat agar dapat membantu Desa Tuhegeo ll, apalagi Desa Tuhegeo ll adalah Kota Gunungsitoli,” tegas kades.

“Kami berusaha supaya Dana yang 363 juta untuk 2 Jembatan ini bisa terbangun. Dari anggaran yang Rp 363 juta itu memang sangat minim. Jadi kami dari Pemerintah Desa mengupayakan supaya 2 Jembatan ini bisa terbangun dengan anggaran yang sebesar itu. Dari sungai Bowoangi sepanjang 19 meter dan sungai Lotu 20 meter,” jelasnya.

“Kami selaku BPD di Desa Tuhegeo ll sangat mendukung pembangunan ini dan kami beritahukan juga kepada masyarakat untuk mendukung, baik dari segi pekerjaannya dan pengadaan bahan-bahannya seperti batu ini bisa sampai di tempat. Dan kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kota atas bantuan yang diberikan kepada kami di Desa Tuhegeo ll ini,” ucap sekretaris BPD Noveri Laoli.

Damesia Bate’e yang juga salah satu Guru PNS di SD negri Nomor 01077 Madolaoli, sangat berterimakasih atas dimulainya pembangunan jembatan Sungai Bowoangi dan sungai Lotu. (DZ)

Related posts