Rismawati Gea Meninggal Dunia, Diduga Pihak UPTD Puskesmas Gunungsitoli Selatan Kurang Pelayanan

Metrobatam.com, Gunungsitoli –  Seorang Ibu rumah tangga Rismawati Gea meninggal dunia karena penyakit lumpuh dan sesak nafas dirumahnya karena tidak bisa ditolong oleh pihak Rumah Sakit terdekat sehingga menghembuskan nafas terakhirnya hari ini Selasa, (08/09/2020) sekitaran pukul 20.30 WIB.

Kejadian ini sangat disayangkan sekali oleh pihak keluarga, karena sudah sempat meminta bantuan dari pihak Medis di UPTD Puskesmas Gunungsitoli Selatan yang diperkirakan hanya sekitar 800 Meter dari rumah yang bersangkutan, dan hasilnya saling berdebat antara petugas rumah sakit dan pihak keluarga.

Read More

Pihak keluarga Analis Zebua menjelaskan kronologisnya kepada awak media, bahwa “Kita sangat sesalkan hal ini, karena kita sebagai pihak keluarga yang meninggal dunia sudah datang langsung di Rumah Sakit tersebut dan meminta bantuan supaya bisa dijemput pasien di rumah karena penyakitnya lumpuh dan sesak nafas melalui mobil Ambulance yang ada, tapi kenyataannya mereka tidak siapkan dipihak Rumah Sakit untuk pelayanan.” jelas Nalis

“Saya dan beberapa anggota keluarga sudah mengeluh kepada pihak rumah sakit untuk bisa dibantu melalui mobil ambulance dan juga oksigen, yang artinya bantuan darurat karena pasien ini sudah jelas lagi kritis di rumah dan pihak rumah sakit mengatakan kita harus ikuti prosedur dulu dan baru ditelepon supir mobil ambulance atau trevel, kata petugas dirumah sakit.” beber Nalis Zebua

“Harapan saya agar petugas di rumah sakit tersebut bisa diberikan teguran dari pimpinannya, karena kita lihat tidak bisa melayani pasien dengan benar dan merasa sudah mampu dan benar atas tindakanya, tapi ternyata menyusahkan pasien yang benar-benar memerlukan pertolongan darurat.” tandasnya Nalis Zebua dengan nada sedih

Setelah itu beberapa Awak Media langsung datangi UPTD Puskesmas Gunungsitoli Selatan dan menanyakan hal tersebut kepada pihak petugas dan yang memberikan pernyataan Jaga Malam Eka Harefa, mengataka “Kita disini ada tim yang namanya SC atau sebutan lain Tamasya jadi itu yang menangani untuk pasien, dan ada tadi keluarga pasien datang kesini minta tolong, jadi kita sudah melayani tadi kita sudah telepon petugas atau trevelnya, memang dia minta tadi kalau ada trevelnya biar bapak ini yang bawa tapi kami bilang tidak bisa pak…kita masing-masing setiap departemen atau institusi pasti ada masing-masing prosedurnya kita ngak boleh….iyah ngak mungkinlah bapak minta tolong lalu bapak yang minta tolong bisa bawa mobil dan saya ngak bisa bawa mobil dan minta kuncinya alangkah bodohnya saya kasikan kunci mobilnya sementara saya ngak kenal bapak sementara kasikan kunci mobil ambulance kan ngak masuk akal pak…???” tuturnya Eka

“Nah…tadi kita sudah panggil trevelnya dah datang tapi bapak itu tadi dah ngak enak ngomongnya karena kita sudah ikuti prosedurnya, kita telepon trevelnya sudah datang tapi karena orang bapak itu yang bersangkutan disana katanya darurat sesak…nah menunggu datanya trevel tiba-tiba datang bapak itu mengatakan terimakasih bantuan kalian mengenai mobil ambulance kalian sama alat oksigennya terimakasih karena yang bersangkutan sudah meninggal,” ungkapnya Eka

“Pasien itu meninggalnya di rumah duka bukan disini karena belum dibawa di rumah sakit ini, alasannya tidak bisa jalan atau lumpuh dan pihak keluarga tadi datang disini sekitaran Pukul 20.00 WIB dan disini saya juga perawat masih ada” jelasnya Eka Harefa

Dan setelah ditanya kepada Eka Harefa siapa nama perawat tadi yang sedang bertugas dan katanya kurang tau karena dianya juga orang baru disini. (DZ)

Related posts