PT TAF Batam Tarik 2 Unit Mobil, Debitur Kecewa dan Minta Batuan Hukum

Metrobatam.com, Batam – PT Toyota Astra Finance (PT TAF) Batam tarik 2 (dua) unit Mobil Toyota Avanza BP 1405 MO dan BP 1194 MR, tanpa sepengetahuan Debiturnya. Sabtu (17/10/2020) Batam

Merasa sangat kecewa dan dirugikan atas sikap arogan leasing yang menarik paksa 2 (dua) unit kendaraannya Husaini beserta istri Juardiah selaku debitur menemui kuasa hukumnya Musrin SH.

Read More

Musrin, SH selaku Kuasa Hukum dari Debitur (Husaini), ungkapnya “bahwa kita akan melakukan langkah-langkah hukum terkait dengan penarikan mobil kliennya (Husaini),” sebutnya.

“PT TAF melakukan penarikan tanpa melakukan koordinasi dengan pihak klien kami, dan itu sangat disayangkan,” kata Musrin.

Dalam putusan bernomor 18/PUU-XVII/2019 , Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan selama ini tak ada tata cara pelaksanaan eksekusi atau penarikan barang leasing jika debitur melewati masa tenggang pembayaran, akibat muncul paksaan atau kekerasan dari orang yang mengaku sebagai pihak yang mendapatkan kuasa untuk menagih pembayaran tersebut atau kerap disebut debt collector.

Advokad Partai Gerindra Kepulauan Riau (Kepri) ini, “Dan kita tidak mengetahui apakah pihak ke 3 itu (debt collector) memiliki lisensi atau tidak dan kita juga sudah mendatangi PT. TAF, sepertinya PT.TAF sudah merasa benar, sehingga kami melakukan langkah-langkah hukum ini,” ujarnya.

Ditambahkannya, Klien kami tidak pernah diberikan surat SP 1, 2 atau pun 3 terkait penarikan kendaraan tersebut, Sekarang ekonomi nasional lagi tidak kondusif Sebelumnya klien kami tidak pernah melakukan tunggakan apapun itu dan kini mimpi itu sirna 2 (dua) unit mobil itu sudah ditarik pihak PT. TAF Finance.

Saat ditemui awak media Husaini mengatakan, “saya sangat kecewa terhadap PT TAF dimana saya sangat berharap, agar keadilan dalam setiap proses pembiayaan itu tampak secara nyata, karena jujur saya kredit mobil dari TAF itu sampai 5 unit, tetapi karena situasi seperti saat ini, ya hendaknya perusahaan TAF jangan main tarik aja, ya ada pertimbanganlah, dan juga pihak TAF tidah mengiraukan putusan yang dikeluarkan MK,” tuturnya.

Padahal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sementara waktu melarang penarikan kendaraan oleh debt collector, serta  diiringi kewajiban debitur yang sudah bermasalah sebelum wabah Covid 19, dan mengalami tambahan permasalahan karena wabah Covid 19

Husaini juga menyampaikan”harapan saya ya keadilan, contohnya, seperti BCA bisa mengasih relaksasi mundur 6 bulan, mengapa di PT. TAF tidak bisa melakukan hal tersebut ini padahal saya sebelumnya saya kredit saya sudah ada yang selesai disana,” tutur Husaini.

Lanjut Husaini, ” Jika ingin mencari informasi atau ada yang perlu di bicarakan bisa langsung temui saya jangan melibatkan orang lain yang tidak terlibat masalah ini, sebab pernah kejadian satu hari ada rombongan orang berbadan besar-besar mencari pembantu saya untuk menanyakan informasi tentang saya,” pungkasnya. (yandra)

Related posts