oleh

Syamsul Hadiri Muskot V KONI Batam

-BATAM-626 views

Batam (Metrobatam.com) – Pejabat sementara (Pjs) Walikota Batam Syamsul Bahrum membuka secara resmi Musyawarah Kota (Muskot) V KONI Batam di Balroom Best Western Panbil, Minggu (25/10/2020) pagi. Bersama Syamsul, juga turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin Hamid.

“Acara ini hasilnya harus berorientasi pada prestasi,” harap Syamsul.

Harapan ini, ia sampaikan karena olahraga kerap membuat bangga Indonesia di kancah internasional. Untuk itu, ia menginginkan kelak akan muncul atlet kebanggaan Batam yang akan mengharumkan nama daerah maupun negara di kancah Internasional.

“Kalau salamnya jaya, jaya, jaya. Olahraga dan prestasinya juga harus jaya,” kata dia setelah mengajak peserta Muskot menggemakan Salam Olahraga.

Ia mendorong, olahraga di Batam semakin berkembang. Berbagai masukan Syamsul suarakan dalam pidatonya. Seperti keinginan agar ke depan semua gedung baru diwajibkan memiliki sarana olahraga, termasuk hotel-hotel hingga kawasan industri.

“Hotel-hotel itu, minimal ada pingpong,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, ia mendorong tercipta pusat olahraga di Batam. Dalam hal ini ia melirik Jodoh Boulevard yang dicita-citakan akan menjadi pusat olahraga. Bahkan, ia menginginkan satu pulau dapat dikembangkan oleh KONI untuk menjadi pusat olahraga sekaligus pariwisata.

“Wali Kota kan sekaligus Kepala BP Batam, ini mumpungkan. Koni ajukan lahan cari satu pulau dan jadikan sport tourism center. Tak apa jauh, kalau fasilitas bagus dan ini kan belum final RTRW artinya masih bisa berubah, bangun wisma atlet, kolam renang dan sarana lain,” papar dia.

Ia mengaku, anggaran olahraga di Batam sedikit. Maka ia mendorong OPD berbasis kinerja olahraga. Sebagai contoh, di  Dinas Pariwisata, KONI dapat menitip e-sport. Dinas Kelautan berupa olahraga yang berkaitan dengan dinas tersebut, seperti lomba sampan nelayan. Sementara di Dinas Perhubungan bisa menitip olahraga off-road. Sedangkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dapat menitipkan kegiatan olahraga yang biasa dilakukan perempuan.

“Cari nomenklaturnya apakah bisa, ini kalau dapat dilakukan kan akumulasinya besar juga,” pungkasnya.

(mcb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed