oleh

Wujudkan Laut dan Perikanan Potensi Keindahan Alam

-BATAM-1.006 views

Metrobatam.com, Batam – MAI (Masyarakat Akuakultur Indonesia) Provinsi Kepri gelar seminar nasional perikanan Tanjung Pinang Kepri. Dengan tema ”Strategi Mewujudkan Kabupaten Lingga dan Bintan Sebagai Poros Perikanan Nasional.

Hal ini nara sumber Prof, Dr, Rokhmin Dahuri, MS (Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia), pada Jum’at (09/10/20). Bertempat hotel Comforta Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Dengan ini Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, didampingi Ketua APPL Kepri, Herry Tousa, menjelaskan mengenai perikanan di Kepri mempunyai potensi alam yang luar biasa dengan keindahannya, serta mempunyai tambang bauksit, pasir laut dan sumber ikan yang melimpah.

“Sumber daya laut dan perikanan Ini adalah suatu anugrah Tuhan Yang Maha Esa, yang harus diperhatikan dalam mengolah guna meningkatkan ekonomi dan kemakmuran rakyat,” ucap Rokhmin, Sabtu (10/10/2020) pagi.

Bagi nelayan di Kepri semestinya sudah di bekali dengan sistim teknologi canggih dan moderen. Dengan adanya kepala daerah yang terpilih nantinya untuk dapat mendukung membangun sistim pengolahan ikan secara hulu dan ilir. Untuk mendukung hal tersebut kita akan membuat koperasi secara profesional dengan dukungan semua pihak termasuk pemerintah.

“Terkait tentang pasir laut dan sistim pengolahan ada beberapa alternatif penting yang harus diprioritaskan yaitu menyangkut dengan pengelolaan dan penambangan pasir laut dengan teknologi penambangan pasir ramah lingkungan,”ujar Prof, Dr, Rokhmin Dahuri.

Bahkan bagaimana untuk menetapkan skala prioritas dari pengelolaan penambangan pasir laut, yang berkelanjutan berdasarkan hirarki yang telah dibentuk.

“Dengan adanya stakeholder yang harus terlibat dalam upaya mencapai model pengelolaan penambangan pasir laut yang berkelanjutan,” kata Prof, Dr, Rokhmin Dahuri.

Demi mewujudkan hal tersebut ada beberapa stakeholder yang perlu dibandingkan tingkat kepentingannya. Yakni pemerintah, masyarakat, institusi lokal, penegak hukum, perguruan tinggi, tokoh adat, pengusaha dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) tentunya.

“Sebagaimana tujuan yang perlu diprioritaskan diantaranya reduksi, degradasi lingkungan, peningkatan daya saing keindahan pulau dan perluasan lapangan kerja, minimasi konflik, serta pemulihan ekosistem,” tuturnya. (Toni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed