Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Dua Warga di Nias Kembali ke Rumah Masing-masing

Gunungsitoli (Metrobatam.com) – Pasien Isolasi terpusat Satuan Tugas Khusus Provinsi Sumatera Utara Wilayah I Kepulauan Nias yang dipimpin oleh Komandan Satgas Dandim 0213/Nias (Letkol Inf TP. Lobuan Simbolon) kembali hari ini. 2 (dua) orang dinyatakan sembuh sudah dapat diperbolehkan kembali kerumah masing-masing. Senin (9/11/2020).

Hal ini disampaikan oleh dokter jaga Isolasi terpusat di hotel Charlita Gunungsitoli (dr. Akbar Hasibuan) mengatakan, pasien yang sudah menjalani isolasi dan dinyatakan sembuh di kembalikan kerumah masing-masing.

Bacaan Lainnya

“Iyah hari ini ada 2 (dua) orang dinyatakan sembuh dan dikembalikan kerumah masing-masing setelah menjalani isolasi selama 14 (empat belas) hari” ucap dr Akbar

Ia menambahkan untuk kegiatan para pasien selain pelayanan kesehatan, mereka melaksanakan senam dan olahraga mandiri dan semua pasien melaksanakan dengan senang hati.

“Untuk kegiatan selama isolasi melaksanakan olah raga mandiri dan senam selain pemantauan kesehatan yang setiap saat di cek baik secara langsung maupun melaui grup wa yang sudah dibuat” ujarnya.

Sementara mewakili Dansatgas (Dandim 0213/Nias) Ibu Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli (Yurniwati Harefa, SKM) menjelaskan kepada para pasien untuk selalu mengikuti protokol kesehatan dan kembali beraktivitas seperti biasa ditengah-tengah masyarakat.

“Dinyatakan sehat, bukan berarti tidak terpapar lagi oleh covid 19 ini, untuk itu tetap ikuti protokol kesehatan (Menggunakan Masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak) untuk menghindari kita dari virus ini.” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa menjalani isolasi untuk pemutusan rantai dari virus ini tidak tersalurkan dengan orang lain terutama yang rentan penyakit penyerta.

“Isolasi ini sejak diambil alih oleh Satgas berfungsi untuk memutus rantai dari virus ini. Kalau isolasi mandiri tidak akan menjamin untuk para pasien tidak berinteraksi dengan keluarga. Sehingga bisa menyalurkan ke orang lain atau keluarga.  Jadi orang yang paling berbahaya itu sebenarnya orang yang bergejala atau ia tidak mengetahuinya merasa ia sehat tetapi virus covid 19 sudah ada dalam tubuhnya,’’ tambahnya

Sementara pasien yang kembali ini, ucapkan terimakasih baik kepada kesehatan maupun kepada satgas dalam berusaha semaksimal untuk pemutusan virus ini.

“Kami sangat berterimakasih, dengan adanya isolasi seperti ini usaha dari pemutusan rantai virus ini bisa memaksimalkan dalam penyebarannya dan kami menghimbau agar masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan imun tubuh dijaga karena inilah satu-satunya untuk menghindari kita dari virus ini.,” ucap salahsatu pasien.(DZ)

Pos terkait