oleh

Peningkatan Tagihan Air Sejumlah Pelanggan di Batam, Ini Penjelasan PT Moya Indonesia

-BATAM-924 views

Metrobatam.com, Batam – Ratusan warga Kota Batam mengeluhkan tingginya tagihan air yang harus mereka bayarkan pada awal tahun 2021 dibandingkan bulan sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Manajemen PT Moya Indonesia melalui Direktur Area Batam, Sutedi Raharjo bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar jumpa pers dengan awak media, Kamis (7/1/2021) siang.

Sutedi Raharjo mengatakan, peningkatan tagihan air yang dialami sejumlah pelanggannya sudah sesuai dengan penggunaan berdasarkan angka meter yang difoto oleh petugas di lapangan.

“Dari hasil verifikasi di lapangan, tagihan sudah sesuai penggunaan serta saat petugas melakukan pengecekan ulang ke beberapa rumah pelanggan diketahui ada kebocoran pipa,” ujarnya.

“Dari data yang kami telusuri dan kami catat pada rekening bulan Januari ini adalah pemakaian bulan Desember 2020. Ada sekitar 303 pelanggan yang pemakaiannya melonjak tinggi,” terangnya.

Jadi, pelanggan yang tercatat di kita sampai akhir Desember itu adalah 282.804. Dari 282.804 ini, ada sekitar 303 pelanggan jumlah pemakaiannya hampir 2 kali lipat dari rekening biasanya.

Hal itu terbukti, pada saat petugas pencatatan meteran melakukan pencatatan langsung ke lapangan, didapati adanya kenaikan penggunaan air oleh pelanggan yang meningkat dua kali lipat.

“Intinya kami meyakini bahwa dari meter atau dari pelanggan yang 303 ini pencatatannya sesuai dengan angka meter,” ungkapnya.

Kita berharap, para pelanggan ini semuanya dapat meng-kroscek bahwa bila rekeningnya tinggi tentu ada stand meternya, tinggal memastikan bahwa stand yang ada di rekening misalnya 1500 pastikan bahwa di meternya sama,” papar Sutedi.

“Dalam permasalahan ini, PT Moya Indonesia tetap memberikan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Batam, yakni melakukan transaksi pembayaran dengan cara dicicil, tentu dengan persetujuan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam,” jelasnya.

“Solusi memberikan pembayaran dengan cara dicicil tentu atas persetujuan dari BP Batam,” terangnya.

Sutedi menambahkan, memang pada masa ini PT Moya Indonesia mulai melakukan pengelolaan SPAM pada tanggal 15 November 2020 sehingga pada Desember lalu seluruh pemakaian air oleh pelanggan telah terverifikasi sesuai dengan angka meter yang ada di meter air milik pelanggan.

“Angka meter itu semua kita masukkan di catatan yang memang dikonsumsi oleh pelanggan. Dari data itu, ada sebanyak 303 yang kami verifikasi memang terjadi jumlah pemakaian yang melonjak yaitu sekitar 0,1%,” pungkasnya. (Kb/Mb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed