Pelaku Usaha Jasa Konstruksi Laporkan Dugaan Permainan Tender Proyek Pengaspalan ke Kejari Batam

  • Whatsapp
Juru Bicara Para Pelaku Usaha Jasa Pengaspalan, Marison Silaban
banner 468x60

Metrobatam.com, Batam – Para Pelaku usaha jasa konstruksi melaporkan dugaan permainan tender proyek pengaspalan kota Batam ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Pada hari Jumat (26/2/21).

Hal itu disampaikan melalui juru bicara para pelaku usaha jasa Pengaspalan, Marison Silaban yang juga Selaku Direktur (CV. Mitra Serasi Jaya) kepada awak media di Batam Center, Kota Batam. Kepri.

Bacaan Lainnya

Marison juga mengatakan, bahwa Lelang Proyek Jalan dan pengaspalan oleh LPSE Kota Batam dan LPSE BP Batam, diduga Syarat persekongkolan oleh pihak Pemilik AMP (Aspal Mixing Plant) selaku pihak Supplier dengan Kontraktor tertentu membagi bagikan paket lelang Kota Batam, di luar dari kroni-kroni AMP tersebut tidak diberikan dukungan atau Surat Perjanjian sewa alat AMP.

“Karena persyaratan teknis dalam tender mempersyaratkan surat perjanjian sewa Alat sebagai syarat utama untuk mengikuti lelang paket Proyek yang diadakan di kota Batam bersumber dari APBD Kota Batam tahun 2021 dan APBN. Di bawah naungan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya air Kota Batam dan BP Batam.,” jelasnya.

Marison juga menjelaskan, bahwa syarat utama untuk mengikuti tender lelang terlebih untuk paket Proyek Jalan yang ada Aspalnya adalah memiliki surat perjanjian sewa alat AMP (Aspal Mixing Plant) dari ke 3 Supplier yang ada di kota Batam. diantaranya:

1.PT Pulau Bulan Indo Perkasa.

2.Kurnia Djaja Alam.

3.Maju Bersama Jaya.

Menurut pengakuan Marison, ke tiga (3) AMP tersebut secara serentak melakukan penolakan melalui surat balasan permohon yang diberikan oleh para pelaku usaha yang ingin ikut tender secara online, untuk proyek jalan yang ada pengaspalan kota batam.

“Indikasi adanya dugaan permainan dan persekongkolan tender proyek sangat terasa sebab selalu ke 3 AMP dan kelompok kontraktornya tersebut yang selalu memenangkan proyek nya. Jika seperti ini buat apa dilakukan tender jika ujungnya yang memenangkan proyek perusahaan itu saja,” ujar Marison menyesalkan.

Ia juga mengatakan, Supplier tidak memberikan surat perjanjian sewa Alat AMP kepada kontraktor lainnya, sehingga secĂ ra sistematis mereka tidak bisa mengikuti tender secara online. Yang mana syarat tender harus ada pendukung supplier peralatan dan bahan kerja di Kota Batam. Kontraktor lain merasa semua tender telah dikunci oleh permainan suplier dan ke 3 AMP dan kontraktor kroninya.

“Hal ini telah terjadi sudah bertahun tahun cukup lama dan terorganisir, masif dan membuat beberapa beberapa Pelaku Jasa Konstruksi/kontraktor sudah melaporkan Dugaan Persekongkolan dan praktek monopoli Proyek Jalan yang memakai material Aspal ini kepada pihak Kejaksaan Negeri Batam yang sudah menerima laporan dugaan persekongkolan ini,” ungkap Marison

“Mereka ingin tender dilakukan secara adil dan murni tanpa ada penguncian syarat dari supplier AMP, Supaya Semua kontraktor kebagian ikut tender murni proyek yang akan membuat mereka bertahan di tengah kondisi Covid19 saat ini,” terang Marison

Marison juga meminta kepada Dinas terkait yakni, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, BP Batam untuk dapat meninjau lelang yang sudah berjalan dan membatalkannya karena diduga syarat Persekongkolan antara pihak Pemilik AMP dan kroninya.

“Yang sangat bertentangan dengan undang-undang KPPU RI No. 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Pengaduan ini akan ditingkatkan lagi ke Tipikor dan ke Ombudsman,” pungkasnya mengakhiri.

Hingga berita ini diupdate, pihak dari perusahaan  Pulau Indo Perkasa, PT Kurnia Djaja Alam dan PT Maju Bersama Jaya maupun Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam belum berhasil dikonfirmasi oleh media ini untuk dimintai keterangannya.

(Deddy S)

  • Whatsapp

Pos terkait