Pemerintah Menjamin Vaksin untuk Semua Kelompok Masyarakat

  • Whatsapp
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito (Foto: KPCPEN)
banner 468x60

Metrobatam.com, Jakarta – Program vaksinasi tahap 2 telah dilakukan pemerintah. Selain pegawai sektor pelayanan publik dan warga lanjut usia (lansia) yang menjadi prioritas, tahap 2 ini juga menyertakan profesi guru dan tenaga pengajar sekolah untuk persiapan sekolah tatap muka.

Wartawan dan pekerja media juga dinilai berisiko terpapar COVID-19.

Bacaan Lainnya

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof

Adisasmito menjelaskan, pelaksanaan tahap 2 sudah dimulai sejak Rabu, 24 Februari 2021.

“Untuk memutuskan kelompok penerima prioritas, pemerintah menggunakan berbagai pertimbangan presisi dan berkeadilan serta sejumlah aspek lainnya,” kata Wiku melalui keterangan resmi yang diterima InfoPublik Jumat (26/2/2021).

Lanjut Wiku, meskipun ada kelompok yang menjadi prioritas penerima vaksin, pemerintah menjamin bahwa nantinya vaksin dapat diakses dengan mudah oleh semua kelompok masyarakat yang memenuhi syarat.

Secara rincinya, ada beberapa pertimbangan yang dilakukan pemerintah. Antara lain kondisi lingkungan pekerjaan, kondisi kesehatan, intensitas aktivitas, dan mobilitas serta situasi COVID-19 dilingkungan tempat tinggal.

Sedangkan pertimbangan prioritas daerah, mempertimbangkan situasi COVID-19 di daerah, kesiapan sarana dan prasarana penyimpanan vaksin, dan penyelesaian target vaksinasi tahapan sebelumnya.

Pada prinsipnya pemerintah sangat presisi dan berhati-hati dalam menentukan prioritas ini.

Hal tersebut kata Wiku, sesuai dengan temuan dalam hasil studi Yan et Al tahun 2021, menyatakan bahwa memprioritaskan tenaga kerja bertujuan mempertahankan pelayanan esensial dan vital bagi masyarakat di tahap awal vaksinasi.

Sedangkan memprioritaskan kelompok lansia bertujuan untuk menekan angka kasus COVID-19 yang parah dan mengancam lamanya waktu rawat inap yang dibutuhkan pasien. Juga dapat mengancam kebutuhan masyarakat umum tanpa gangguan dan tidak rentan.

Masyarakat umum yang tidak terjangkit COVID-19 ini dibutuhkan untuk menyempurnakan tahapan sebelumnya mengurangi infeksi gejala dan mengentikan penularan. Saat ini juga pemerintah masih berjuang menghadapi resistensi terhadap program vaksinasi dari sebagian kelompok masyarakat.

“Ini menjadi tugas bersama untuk mencapai kekebalan bersama dan melindungi sebagian besar masyarakat. Masyarakat yang memenuhi syarat dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan divaksinasi sehingga program vaksinasi dapat berhasil terselenggara,” kata Wiku. 

(Ip)

  • Whatsapp

Pos terkait