Dermaga II Telaga Punggur Batam Siap Layani Lintasan Jarak Jauh

  • Whatsapp
banner 468x60

Metrobatam.com, Batam – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan melayani kapal lintasan jarak jauh sejalan dengan dioperasikannya Dermaga II Telaga Punggur, Batam dalam waktu dekat.

Rencananya, dermaga ini akan melayani kapal lintasan jarak jauh dengan waktu tempuh pelayaran 6-20 jam, diantaranya Telaga Punggur – Dabo, Telaga Punggur – Tungkal, Telaga Punggur – Sei Selari, dan Telaga Punggur – Tanjung Balai Karimun.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi pada Senin (1/3/2021) mengatakan, kehadiran ASDP di Provinsi Kepulauan Riau yang banyak dikelilingi pulau-pulau kecil sangat dinantikan masyarakat dalam menunjang mobilitas sehari-hari.

“Penyeberangan menjadi salah satu moda transportasi yang diandalkan masyarakat, khususnya mereka yang beraktivitas dan bekerja, serta sektor angkutan logistik dari dan menuju Kota Batam. Karenanya, ASDP terus berupaya menghadirkan layanan prima dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat yang mengakses penyeberangan,” tutur Ira.

Kendati pagebluk COVID-19 berdampak tidak menguntungkan bagi perusahaan karena berkurangnya muatan penumpang dan kendaraan, namun, kinerja positif masih diraih layanan angkutan logistik yang naik sekitar 11 persen di lintasan Cabang Batam ini.

“Jumlah lintasan di Cabang Batam terus meningkat trennya setiap tahun. Tahun 2019 sebanyak 12 lintasan, tahun 2020 sebanyak 16 lintasan, dan tahun 2021 sebanyak 18 lintasan (6 rute komersial dan 12 rute perintis) yang dilayani oleh 10 unit kapal ASDP,” rincinya.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menilai, pembangunan dermaga II Telaga Punggur – Batam yang mampu melayani kapal ferry berukuran hingga 5.000 GT akan memperlancar lalu lintas logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam.

Menurut Yukki, keberadaan dermaga baru tersebut juga akan dapat meningkatkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Infrastruktur dermaga ferry ini sangat efektif bagi pelaku industri di Batam untuk melakukan pengiriman bahan baku maupun hasil-hasil produksi industri di KEK Batam.

Seperti kita ketahui bahwa BP Batam mencatat hingga triwulan ketiga tahun 2020 telah mencapai US$ 389 juta untuk 1.090 proyek, sehingga keberadaan dermaga baru tersebut akan menggairahkan perekonomian Batam di tengah pagebluk COVID-19.

“Bila kondisi perekonomian global, regional ASEAN dan nasional sudah kembali normal setelah pandemi COVID-19 mampu diatasi, maka keberadaan dermaga baru tersebut juga dapat mendorong ekspor komoditi unggulan dari Batam,” imbuhnya.

(Ip)

  • Whatsapp

Pos terkait