Kasus Konfirmasi Monkeypox di Indonesia Bertambah, Ini Penanggulangan Kemenkes

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu, slide karakteristik kasus konfirmasi Monkeypox di Indonesia/Foto: Tangkapan Layar Youtube Kemenkes

METROBATAM.COM, JAKARTA – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan adanya penambahan kasus konfirmasi monkeypox di Indonesia, Kemenkes telah melakukan beberapa penanggulangan.

Salah satunya surveilans, yakni ketika ditemukan kasus aktif di fasilitas Kesehatan, maka dilakukan penyelidikan epidemologi. Kemudian menyiapkan laboratorium rujukan untuk pemeriksaan terhadap kasus konfirmasi monkeypox.

“Ketika hasilnya keluar dilakukan pelaporan real time melalui aplikasi New All Record (NAR). Selanjutnya Kemenkes akan memberikan notifikasi ke WHO,” kata Maxi pada Kamis (26/10/2023).

Selain Surveilans, penganggulangan selanjutnya terapeutik yaitu pemberian terapi simtomatis, mempersiapkan pemenuhan logistic antivirus khusus monkeypox, dan pemantauan kondisi kasus di lokasi isolasi.

Bacaan Lainnya

Kemenkes juga telah menyiapkan vaksinasi dengan sasaran rentan seperti kontak erat dan orang dengan HIV. Jumlah sasaran pemberian vaksinasi sebanyak 447 orang orang dan telah dimulai pada 23 Oktober 2023 lalu.

Selain itu Kemenkes juga melakukan sosialisasi ke tenaga Kesehatan dan Masyarakat dan mengeluarkan Surat Edaran kewaspadaan utuk Dinas Kesehatan, KKP, Laboratorium, fasilitas kesehatan, dan mitra.

“Kami juga melakukan penyampaian melalui media komunikasi berupa frequenly asked question (FAQ) dan video. Selain itu memberikan edukasi populasi kunci kepada pemberdayaan mitra LSM HIV/AIDS,” kata Maxi.

Maxi mengatakan kasus konfirmasi Monkeypox atau cacar monyet di Indonesia per 26 Oktober 2023 sebanyak 14 kasus. Kemudian dua probable yaitu masih gejala atau adanya kontak dengan kasus konfirmasi.

Kemudian sebanyak sembilan kasus suspek ada gejala sudah ambil sampel, saat ini sedang menunggu hasil dan sebanyak 17 kasus hasilnya negatif.

“Rata-rata perhari bertambah 2-3 kasus dan ke14 kasus semuanya ada di Jakarta. Berdasarkan usia dari kasus konfirmasi antara 25-29 tahun sebanyak sembilan kasus (64 persen) dan usai 30-39 tahun (lima persen),” kata Maxi.

Semua kasus konfirmasi Moneypox diderita laki-laki 100 persen dengan penularan kontak seksual, dengan orientasinya paling banyak lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) sebanyak 12 orang (86 persen).

Maxi menjelaskan monkeypox menular melalui kontak langsung dengan ruam bernanah dikulit termasuk saat berhubungan seksual. Apabila mengalami gejala tersebut atau keropeng di kulit, segera periksakan diri ke fasilitas Kesehatan.

“Jangan melakukan kegiatan di luar rumah dan sebisa mungkin menghindari kerumunan,” kata Maxi. (infopublik)

Pos terkait