Pasukuan Ampek Ibu VII Toboh Gelar “Baralek Gadang”

KAMANG MAGEK, METROBATAM.COM  — Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh perantau Pasukuan Ampek Ibu untuk mempererat tali silaturrahmi dengan kampung halaman melalui kegiatan “Baralek Gadang” yang digelar di Jorong Kampuang Barangai, Kecamatan Kamang Magek.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Kerukunan Pasukuan Ampek Ibu VII Toboh yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Acara ini dihadiri oleh 63 orang ninik mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, serta pemuda-pemudi Jorong Kampuang Barangai.

Ketua Pasukuan Ampek Suku, Bustanil Arifin Datuak Rajo Ruhun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara anak nagari, khususnya anak kemenakan dalam Kaum IV ibu.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan silaturrahmi antara anak ponakan di Pasukuan Ampek Ibu VII Toboh, sehingga hubungan kekeluargaan tetap terjaga walaupun banyak yang merantau,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, pasukuan yang tergabung dalam kegiatan ini meliputi Payobada, Pisang, Tanjuang, dan Simabua yang selama ini memiliki ikatan adat dan kekeluargaan yang kuat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Mulyadi, M.Pd., menuturkan bahwa acara halal bi halal ini menjadi ajang penting untuk memperkenalkan sesama anggota keluarga besar yang tersebar di berbagai daerah.

“Melalui momen ini, diharapkan anak ponakan yang tinggal di berbagai daerah dapat saling mengenal lebih dekat, sehingga rasa kebersamaan dan persatuan tetap terjalin,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara, seperti pergelaran seni tradisional, pembagian doorprize khusus untuk bundo kanduang, serta hiburan orkes gambus yang menambah semarak suasana.

Tercatat, sekitar 50 persen perantau Pasukuan Ampek Ibu VII Toboh pulang kampung pada Idul Fitri tahun ini, yang berasal dari berbagai daerah seperti Pulau Jawa, Medan, hingga Malaysia. Kehadiran para perantau tersebut menjadi bukti kuatnya ikatan emosional dengan kampung halaman.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara perantau dan anak nagari semakin erat, serta nilai-nilai adat dan budaya tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

(Basa)

 

Pos terkait