Tradisi Potong Kerbau Sambut Idul Fitri 1447 H di Malalak Selatan Tetap Lestari

AGAM, METROBATAM.COM – Tradisi potong kerbau dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kembali dilaksanakan secara bersama-sama oleh masyarakat Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak. Kegiatan yang telah berlangsung turun-temurun ini menjadi bagian penting dari budaya lokal yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Setiap tahunnya, pelaksanaan tradisi ini melibatkan seluruh kaum dan suku yang ada di nagari. Daging kerbau yang telah disembelih kemudian dibagikan secara adil dan merata kepada setiap warga dan anggota kaum di masing-masing suku. Pembagian tersebut diatur oleh para kepala adat atau penghulu di tiap suku, sehingga nilai kebersamaan dan keadilan tetap terjaga.

Menurut para penghulu di Nagari Malalak Selatan, tradisi ini bukan hanya sekadar kegiatan menyambut Lebaran, tetapi juga menjadi simbol kuatnya ikatan sosial dan budaya masyarakat. Hingga saat ini, tradisi tersebut masih terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang sarat makna.

Pelaksanaan pemotongan kerbau tahun ini dipusatkan di halaman Masjid Nurul Iman, Jorong Sini Air. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh kaum dari Suku Koto dan Sikumbang yang bergabung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Bacaan Lainnya

Acara ini turut dihadiri oleh Wali Nagari Malalak Selatan, Amirkoto B.Sc Dt Marahindo, yang juga merupakan Mamak Kepala Adat persukuan Koto di Jorong Sini Air. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tradisi potong kerbau ini.

“Tradisi ini perlu kita pertahankan sebagai sarana mempererat silaturahmi, menjaga kekompakan warga dan kaum, serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa momentum Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan kekeluargaan. Anak kemenakan biasanya akan datang berkunjung ke rumah keluarga, baik ke rumah bako, mamak kepala adat, maupun sanak saudara lainnya.

Suasana semakin semarak dengan hadirnya berbagai hidangan khas Lebaran, seperti rendang daging kerbau, aneka masakan tradisional, serta kue-kue yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Kunjungan antar keluarga ini juga menjadi momen yang paling dinantikan, terutama oleh anak-anak yang menerima uang Tunjangan Hari Raya (THR).
Kegiatan penyembelihan kerbau ini juga dihadiri oleh Babinsa Nagari Malalak Selatan, Serma H. Zainil Dt Batuah, yang juga dikenal sebagai tokoh adat di daerah tersebut. Kehadirannya semakin menambah semangat kebersamaan dalam pelaksanaan tradisi ini.

Masyarakat berharap tradisi potong kerbau ini dapat terus dilestarikan di masa mendatang. Peran generasi muda sangat diharapkan untuk melanjutkan dan menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, sehingga warisan budaya ini tetap hidup dan menjadi identitas masyarakat Nagari Malalak Selatan.

(Basa)

Pos terkait