BUKITTINGGI, METROBATAM.COM – BPJS Kesehatan meluncurkan program terbaru bertajuk Prolanis Muda yang diperuntukkan bagi peserta usia 45 tahun ke bawah. Program yang resmi dilaunching pada Mei 2026 ini menjadi langkah BPJS Kesehatan dalam mengantisipasi meningkatnya penyakit kronis pada usia produktif, seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis selama ini dikenal sebagai layanan pendampingan kesehatan bagi peserta JKN yang menderita penyakit kronis. Melalui Prolanis Muda, BPJS Kesehatan kini menyasar generasi muda agar lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini dan mampu mengendalikan penyakit kronis sebelum menimbulkan komplikasi serius.
Humas BPJS Kesehatan, Aditiya Hari Ananda, SH menyampaikan bahwa program ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap pola hidup masyarakat modern yang rentan memicu penyakit tidak menular di usia muda. Menurutnya, banyak peserta usia produktif yang mengalami hipertensi maupun diabetes akibat pola makan tidak sehat, kurang olahraga, hingga tingginya tingkat stres.
“Melalui Prolanis Muda, peserta akan mendapatkan pendampingan kesehatan secara berkala, edukasi pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, hingga pengingat konsumsi obat agar kondisi kesehatan tetap terkontrol,” ujarnya.
Selain meluncurkan program Prolanis Muda, BPJS Kesehatan juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengaktifkan kembali kepesertaan JKN melalui sistem N+1. Aditiya menjelaskan, peserta yang sebelumnya nonaktif tetap bisa memperoleh layanan kesehatan dalam kondisi darurat dengan melakukan pembayaran tunggakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Masyarakat bisa mengaktifkan N+1 apabila terjadi kondisi darurat. Pembayaran dilakukan sejak status kepesertaan nonaktif sehingga peserta tetap dapat memperoleh perlindungan layanan kesehatan,” tambahnya.
BPJS Kesehatan berharap hadirnya Prolanis Muda dapat meningkatkan kesadaran masyarakat usia muda untuk menjaga kesehatan sejak dini sekaligus mendorong peserta JKN agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Program ini juga diharapkan mampu menekan angka komplikasi penyakit kronis di masa mendatang sehingga kualitas hidup masyarakat tetap optimal.
(Basa)














