BUKITTINGGI, METROBATAM.COM – Intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah Bukittinggi dan Kabupaten Agam pada malam hari mengakibatkan terjadinya longsor di ruas jalan lintas Padang Lua menuju Matur. Material berupa tanah, batu, dan ranting pohon menutupi sebagian badan jalan sehingga menghambat arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Peristiwa longsor tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan perbukitan di sepanjang jalur Padang Lua–Matur. Material longsoran yang turun dari tebing langsung menimbun badan jalan, menyebabkan akses transportasi sempat terganggu dan kendaraan harus melintas secara bergantian dengan penuh kehati-hatian.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bukittinggi segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus kendaraan. Petugas juga berkoordinasi dengan instansi terkait serta masyarakat setempat guna mempercepat proses pembersihan material longsor yang menutupi jalan.
Di tengah kondisi cuaca yang masih kurang bersahabat, personel Satlantas bersama warga terlihat berjibaku membersihkan timbunan tanah dan batu yang menutup akses jalan. Dengan menggunakan peralatan seadanya, mereka bekerja sama membuka kembali jalur agar dapat dilalui kendaraan dan aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama.
Berkat kerja sama antara petugas dan masyarakat, akses jalan yang sempat tertutup akhirnya berhasil dibuka kembali. Meski demikian, pengguna jalan masih diminta untuk meningkatkan kewaspadaan karena potensi longsor susulan masih dapat terjadi apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Kasat Lantas Polresta Bukittinggi menyampaikan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan longsor dan pohon tumbang yang berada di sepanjang jalur perbukitan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melintas di kawasan Padang Lua menuju Matur agar selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan kendaraan, serta memperhatikan kondisi jalan dan cuaca. Jika terjadi hujan lebat, sebaiknya mencari tempat yang aman untuk berhenti sementara hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng perbukitan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir bandang yang dapat terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Satlantas Polresta Bukittinggi juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan adanya retakan tanah, pohon yang berpotensi tumbang, atau material longsor yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
Hingga saat ini kondisi lalu lintas di ruas jalan Padang Lua–Matur dilaporkan kembali normal dan dapat dilalui kendaraan. Namun petugas tetap bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan serta memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan terhadap kawasan-kawasan rawan bencana, terutama di wilayah yang memiliki kontur perbukitan dan tebing curam. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir risiko serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Dengan meningkatnya curah hujan di wilayah Sumatera Barat, seluruh pengguna jalan diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara, mematuhi arahan petugas di lapangan, dan tetap waspada terhadap berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
(Basa)














