Kecewa di Radiologi RSUP Kepri: Salah Jadwal, Pasien Malah Diusir

TANJUNGPINANG, Metrobatam.com – Bukan soal alat medis yang canggih atau gedung yang megah. Di RSUP Kepri Ahmad Tabib Tanjungpinang, yang dipersoalkan kali ini adalah soal komunikasi dan empati.

Senin, 28 Juli 2026, Untung Slamet Alfandi harus menelan kecewa. Ia membawa ibunya, pasien kanker yang akan menjalani kemoterapi, untuk USG sesuai jadwal yang dijanjikan petugas. Namun setibanya di rumah sakit, jadwal itu ternyata meleset satu bulan.

Bagi keluarga pasien kanker, ini bukan sekadar salah tanggal. Ini soal waktu dan harapan yang sedang berpacu.

Dijanjikan 28 Juli, Tercatat 28 Agustus
Semua berawal pada 24 Juli 2026. Saat itu ibu Untung kontrol di Poli Onkologi. Dokter memintanya segera USG karena hasilnya akan menentukan jadi tidaknya kemoterapi pada 31 Juli. Hasil Patologi Anatomi (PA) dari operasi sebelumnya di RSAL sudah keluar, 80% dinyatakan ganas.

Bacaan Lainnya

Hari itu juga Untung langsung mendaftar ke Instalasi Radiologi.

“Petugas bilang jadwal tercepat tanggal 28 bulan ini, bulan Juli. Saya tanya lagi, ‘memang tanggal 28 ya? Lambat ya?’, dijawab ‘iya Bang, karena antrian’,” kenang Untung.

Berbekal janji lisan itu, Untung rela izin libur kerja dan mengantar ibunya yang sakit dari rumah pada 28 Juli.

Tapi di loket Radiologi, nama ibunya tidak ada di daftar hari itu. Yang ada, jadwalnya tertulis 28-08-2026, atau 28 Agustus.

“Kalau memang 28 Agustus, sampaikan saja 28 Agustus dari awal. Saya bukan memaksa minta cepat, saya paham antrian,” ujar Untung.

Yang membuat hati Untung semakin perih bukan hanya soal jadwal yang melenceng, melainkan respons saat ia mencoba bertanya.

Ia mengaku justru diusir dari ruangan.

“Petugas langsung mengusir, katanya ‘kalau mau komplain bukan di sini tempatnya, di luar sana’. Rasanya dibuat macam sampah,” tulisnya.

Untung mengaku ia sangat paham prosedur rumah sakit. Ia tidak menuntut didahulukan. Ia hanya minta kepastian informasi. Ia membayangkan, bagaimana jika yang mengalaminya adalah pasien dari jauh seperti dari Uban atau Kijang yang harus keluar ongkos dan tenaga ekstra.

Berakhir Mediasi dan Permintaan Maaf
Persoalan ini akhirnya diselesaikan melalui mediasi di ruang Customer Care RSUP Kepri. Hadir Kepala Unit Radiologi, Supriadi, bersama dua petugas Customer Care.

Dalam pertemuan itu, pihak Radiologi mengakui ada kesalahan komunikasi dari petugasnya.

“Kami cek memang di jadwal kami tanda betul, cuman kayaknya anggota kami mohon maaf sebelumnya Bang, mungkin dia salah ngomong atau tidak profesional pas ngomong,” kata Supriadi dalam rekaman mediasi tersebut, sembari menyampaikan permohonan maaf.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen RSUP Kepri belum memberikan keterangan resmi terkait standar prosedur penyampaian jadwal kepada pasien.

Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa dalam pelayanan kesehatan, satu kalimat yang jelas dan perlakuan yang ramah terkadang sama berharganya dengan obat itu sendiri, terutama bagi mereka yang sedang berjuang melawan kanker.

(Yata/Bud) 

Pos terkait