BUKITTINGGI, METROBATAM.COM – Pemerintah Kota Bukittinggi terus memperkuat langkah strategis dalam merancang masa depan sektor pariwisata. Kamis (9/7/2026), Wali Kota Bukittinggi menerima kunjungan sekaligus menggelar rapat audiensi bersama Tim Ahli dari Universitas Negeri Padang (UNP) untuk membahas penyusunan Dokumen Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPPAR) Kota Bukittinggi Tahun 2026–2045.
Pertemuan yang berlangsung di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi tersebut menjadi bagian penting dalam menyusun arah kebijakan pembangunan pariwisata yang terencana, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan perkembangan sektor pariwisata selama dua dekade ke depan.
Dalam audiensi tersebut, berbagai aspek strategis dibahas secara mendalam, mulai dari potensi destinasi wisata, pengembangan kawasan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, hingga strategi promosi dan pemasaran pariwisata yang lebih modern dan kompetitif.
Wali Kota Bukittinggi menegaskan bahwa penyusunan RIPPAR bukan sekadar memenuhi kebutuhan dokumen perencanaan, tetapi menjadi pedoman utama dalam membangun sektor pariwisata yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Dokumen RIPPAR ini akan menjadi penunjuk arah pembangunan kepariwisataan Kota Bukittinggi untuk periode 2026 hingga 2045. Seluruh program dan kebijakan nantinya diharapkan dapat berjalan secara terintegrasi sehingga pariwisata Bukittinggi semakin maju, tertata, berdaya saing, serta memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Wali Kota.
Sementara itu, Tim Ahli Universitas Negeri Padang menyampaikan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Kota Bukittinggi dalam menyusun dokumen yang komprehensif, berbasis data, serta menyesuaikan dengan karakteristik dan potensi unggulan daerah.
Dengan adanya kolaborasi antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan kalangan akademisi, diharapkan RIPPAR Kota Bukittinggi 2026–2045 mampu menjadi landasan kuat dalam mewujudkan kota wisata yang berkelanjutan, berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menjaga kelestarian budaya, lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.
(Basa)














