Fisik Boleh Menua Tapi Semangat Jangan Ditanya! Mengenal Fen Tje, Sesepuh Panutan Forspen Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Jika kebanyakan orang di usia 74 tahun memilih untuk beristirahat total di rumah, tidak demikian dengan Fen Tje. Sesepuh Forum Sosial Peduli Never (Forspen) Kepri ini justru semakin menunjukkan eksistensinya.

Di usianya yang tak lagi muda, langkah Pak Fen, sapaan akrabnya, masih setia hadir di setiap kegiatan sosial. Mulai dari pelayanan di lingkungan gereja Katolik, yayasan sosial yang mengurus kedukaan, hingga menjadi sesepuh yang menjaga kerukunan di lingkungan RT tempatnya tinggal.

“Saya seorang umat Katolik. Di yayasan Katolik saya aktif. Di yayasan sosial yang mengurus orang meninggal itu saya juga ikut. Di lingkungan RT saya, saya coba terus sebagai sesepuh di sana,” ujar Fen Tje dengan suara tegas dan penuh wibawa.

Ia tak menampik jika kekuatan fisiknya tak sekuat dulu. Namun, satu hal yang tak pernah luntur: semangat.

Bacaan Lainnya

“Biarpun sudah berumur 74 tahun ya. Kalau secara fisik mungkin enggak seperti anak-anak muda, tapi semangat saya itu ya masih bolehlah,” katanya sambil tertawa lepas.

Sosok Pak Fen Tje dikenal sebagai panutan di tubuh Forspen Kepri. Di bawah kepemimpinan Ketua Forspen Kepri, Yessi Gusman, organisasi ini memang aktif menggelorakan nilai sosial dan solidaritas. Dan Pak Fen adalah representasi nyata dari nilai tersebut.

Baginya, pensiun bukanlah garis finish. Justru di masa purna tugas inilah panggilan untuk melayani sesama semakin kuat.

Kisahnya menjadi pengingat berharga, tidak hanya bagi generasi muda Forspen Kepri, tetapi juga masyarakat Batam dan Kepri secara luas, bahwa pengabdian tidak pernah mengenal batas usia.

Ada momen menggelitik saat ditanya nama lengkapnya. Dengan kepolosan yang mengundang tawa hangat, ia menjawab, “Nama lengkap saya? F E N D… itu nama asli tuh?”

Sederhana, jujur, dan penuh kehangatan. Itulah Pak Fen Tje.

“Secara fisik mungkin enggak seperti anak muda, tapi semangat saya masih bolehlah,” ucap Pak Fen Tje.

Dari Pak Fen Tje kita belajar satu hal: menjadi sesepuh bukan soal dituakan, tapi soal bagaimana terus memberi teladan. Selama hati masih mau peduli, semangat itu akan terus menyala.

(Budi) 

Pos terkait