BAZNAS Tanjungpinang: Bencana Tak Pandang Agama, NTT Juga Saudara Kita

METROBATAM.COM, TANJUNGPINANG – Wakil Ketua I BAZNAS Kota Tanjungpinang, Mahyuddin Nadeak, S.H.I menegaskan bahwa aksi kemanusiaan untuk korban bencana alam tidak boleh memandang suku, agama, dan wilayah.

Hal itu disampaikannya menanggapi penggalangan bantuan untuk saudara-saudara yang tertimpa bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Peduli. Walaupun bencana alam itu di mana, di daerah mana, bahkan di daerah orang-orang nonmuslim tapi selama ini tidak melanggar. Sudah dari dulu,” ujar Mahyuddin, Rabu(2/9).

Pria yang akrab disapa Pak Ustaz ini mengungkapkan, kepeduliannya terhadap bencana bukan hal baru. Latar belakangnya pernah aktif di organisasi masyarakat yang bergerak di bidang penggalangan dana bencana alam.

Bacaan Lainnya

“Setelah saya masuk ke BAZNAS, lebih saya kembangkan. Namanya bencana alam ini kan tidak ada orang yang minta. Tetapi di saat itu terjadi, sebagai aksi sosial, rasa tanggung jawab kemanusiaan kita yang alhamdulillah masih tenang, terpanggillah untuk sedikit membantu mereka,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan bantuan, Mahyuddin mengaku menggandeng berbagai pihak, termasuk ormas RKBNI dan sejumlah ormas Islam seperti Forum Komunikasi.

Menurutnya, semua hasil penggalangan akan dikumpulkan melalui jalur resmi di ibukota provinsi sebelum disalurkan ke lokasi bencana. Tahap pertama pengumpulan telah dilakukan, meski hasilnya masih minim.

“Lebih kurang ya masih sedikit, karena kita tahu kehidupan ekonomi masyarakat kita sangat rentan. Jadi penggalangan dana sangat minim hasilnya, tapi tak apa, ada usaha kita,” katanya.

Berdasarkan data dari pusat dan pengalamannya turun langsung ke lapangan, Mahyuddin menyebut kebutuhan paling mendesak saat bencana adalah yang bersifat siap pakai.

“Yang mereka butuhkan utama itu makanan siap saji, pakaian. Yang paling dahsyat lagi kalau bencana alam seperti itu, pakaian dalam wanita, susu anak-anak. Itu sangat dibutuhkan karena kami di lapangan selama ini pernah mengantar langsung,” ungkapnya.

Pesan untuk Korban: Musibah dari Allah
Untuk para korban, Mahyuddin berpesan agar menjadikan musibah sebagai pengingat untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Sebenarnya sama saja seluruh dunia ini. Musibah itu semuanya dari Allah. Tidak akan ada terjadi sesuatu tanpa Allah, ada kalanya menyadarkan umat manusia di mana pun. Ada yang diuji dengan kesusahan ekonomi, ada dengan musibah, bahkan ada juga ujian dengan banyak anak,” tuturnya.

Ia pun memberikan pesan yang menyejukkan lintas iman:

“Kalau dia seorang Islam, mari sama-sama tingkatkan iman dan takwa. Kalau dia nonmuslim, tingkatkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Itu saja kuncinya.”

Mahyuddin berharap, semangat gotong royong warga Tanjungpinang tetap terjaga. “Gampang sedikit, hidup sedikit, tapi banyak kita cintanya,” pungkasnya.

(BUDI) 

Pos terkait