METROBATAM.COM, LINGGA – Bank Sentral Republik Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat literasi Rupiah dan mendorong transformasi digital yang aman, mudah dan bijak di wilayah kepulauan. Melalui program sosialisasi edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dan QRIS, BI hadir langsung menyapa masyarakat di Balai PKK Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan edukasi ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan jajaran pemerintah setempat. Turut hadir Camat Selayar H. Abdul Kamar, Kapolsubsektor Polsek Daik Lingga Aiptu Andi Saputra, para Kepala Desa se-Kecamatan Selayar, Ketua dan anggota BPD, Kepala PDAM Selayar, tokoh masyarakat, serta warga Desa Penuba.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia Perwakilan Riau-Kepri, Nofriansah Eka Putra, yang secara komprehensif menjelaskan pentingnya Cinta, Bangga dan Paham Rupiah serta penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran digital nasional.

Dalam sambutannya, Camat Selayar H. Abdul Kamar menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Bank Indonesia di wilayahnya. Menurutnya, edukasi ini sangat penting bagi masyarakat di daerah pesisir dan kepulauan.
“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Selayar sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memilih Desa Penuba sebagai lokasi sosialisasi. Edukasi CBP Rupiah dan QRIS ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat kita tentang cara memperlakukan Rupiah dengan baik dan memanfaatkan pembayaran digital secara bijak. Kami harap masyarakat Selayar semakin cerdas dalam bertransaksi dan semakin cinta terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa,” ujar H. Abdul Kamar dalam keterangannya.
Sementara itu, Narasumber dari BI Riau-Kepri, Nofriansah Eka Putra, menjelaskan makna mendalam dari gerakan Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Ia mengajak masyarakat untuk memulai kecintaan terhadap Rupiah dari diri sendiri dan lingkungan keluarga.
“Paham Rupiah itu dengan berhemat, mengenali keaslian Rupiah, dan memperlakukannya secara baik. Cinta Rupiah dengan merawat dan tidak merusak. Bangga Rupiah dengan menggunakannya di setiap transaksi di dalam negeri dan memahami makna di baliknya,” jelas Nofriansah.
Ia juga menekankan agar masyarakat menghargai jasa pahlawan yang ada di lembar Rupiah.
“Hargai foto pahlawan yang ada di Rupiah, karena itu adalah bentuk penghargaan kita kepada jasa para pahlawan bangsa. Kenali Rupiah dan perlakukan secara baik. Cinta, Bangga, Paham Rupiah dimulai dari kita,” tegasnya di hadapan warga.
Selain edukasi Rupiah, Nofriansah juga memaparkan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran digital yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CEMUAH). Ia mengedukasi masyarakat agar bijak dalam bertransformasi digital, waspada terhadap penipuan digital, dan menggunakan QRIS hanya melalui aplikasi Payment yang resmi dan terdaftar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Selayar tidak hanya semakin paham cara mengenali dan merawat uang Rupiah, tetapi juga semakin siap menghadapi era ekonomi digital dengan pemanfaatan QRIS yang aman dan bijak, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Lingga.
Penulis: Awalludin














