Pakam Race Meriahkan HUT ke-70 Muba, Wabup Abdur Rohman Dorong Pemuda Jaga Sungai Musi

Wabup Muba Buka Pakam Race di Bailangu Timur, Semangat Pemuda dan Pelestarian Sungai Musi Menggema

SEKAYU, METROBATAM.COM – Riuh sorak penonton pecah di tepian Sungai Musi, Desa Bailangu Timur, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Puluhan peserta ambil bagian dalam ajang olahraga tradisional Balap Ketek “Pakam Race” yang digelar Karang Taruna Kecamatan Sekayu.

Kegiatan tersebut berlangsung meriah sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-70 Kabupaten Musi Banyuasin. Ajang balap ketek ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Staf Ahli Tim Penggerak PKK Kabupaten Muba Liliyana Abdur Rohman Husen, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Rudianto, ST., Plt. Kepala Dinas Perhubungan M. Hatta, SE., M.Si., Camat Sekayu Edi Heryanto, SH., M.Si., serta Direktur Utama PDAM Sekayu Azmi Julian, ST.

Hadir pula Kabid Komunikasi Publik Jerry Rinoldi, ST., MT., yang mewakili Dinkominfo Muba, serta jajaran perwakilan BPBD, Dispopar, Disbun, RSUD Sekayu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, PT Muba Energi Maju Berjaya, Prokopim dan unsur Forkopimcam Kecamatan Sekayu.

Bacaan Lainnya

Kehadiran rombongan disambut Kepala Desa Bailangu Timur Herman Sawiran, Kepala Desa Bailangu Ali Sadikin, jajaran Tim Penggerak PKK Desa serta Ketua Karang Taruna Kecamatan Sekayu Rahmat Hayat, SH., atau yang akrab disapa Midun, selaku ketua pelaksana kegiatan.

Semarak HUT ke-70 Muba, Pakam Race di Bailangu Timur Padukan Olahraga, Budaya dan Ekonomi Lokal

Usung Semangat Pemuda Karya Mandiri

Pakam Race tidak sekadar menghadirkan tontonan balap ketek di Sungai Musi. Nama tersebut mengandung filosofi yang erat dengan semangat kearifan lokal masyarakat Musi Banyuasin.

Istilah “Pakam” dimaknai sebagai sesuatu yang kokoh dan kuat. Oleh penyelenggara, nama tersebut juga dijadikan akronim Pemuda Karya Mandiri.

Filosofi itu menggambarkan semangat generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, memiliki daya saing serta mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Muba Abdur Rohman memberikan apresiasi kepada Karang Taruna, panitia serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, tradisi balap ketek memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan rakyat. Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan, khususnya ekosistem Sungai Musi.

“Sungai Musi adalah urat nadi kehidupan dan transportasi masyarakat kita. Melalui kegiatan positif seperti ini, mari bersama-sama kita jaga kebersihan sungai, hindari pembuangan sampah sembarangan, serta tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan agar potensi perairan kita tetap lestari untuk generasi mendatang,” ujar Abdur Rohman.

Kompetisi Meriah, Keselamatan Tetap Diutamakan

Antusiasme masyarakat terlihat sejak perlombaan dimulai. Pinggiran Sungai Musi dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung aksi para peserta memacu ketek mereka di atas air.

Kompetisi berlangsung dalam suasana meriah namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan.

Perlombaan dibagi menjadi dua kategori, yakni kelas mesin standar dan kelas mesin bebas. Untuk memastikan keselamatan peserta, seluruh pembalap diwajibkan memenuhi standar keselamatan, salah satunya menggunakan pelampung selama mengikuti perlombaan.

Race pertama secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Muba Abdur Rohman. Pelepasan tersebut langsung disambut sorak-sorai para penonton yang memadati tepian sungai.

Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi dan potensi sungai dapat dikemas menjadi sebuah kegiatan olahraga yang menarik dan memiliki nilai promosi bagi daerah.

Dorong Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

Karang Taruna Kecamatan Sekayu berharap Pakam Race dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan di Kabupaten Musi Banyuasin.

Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang bagi pemuda untuk menyalurkan bakat dan kreativitas, tetapi juga mampu membuka peluang bagi pelaku UMKM serta mengangkat potensi wisata berbasis sungai.

Kolaborasi antara olahraga tradisional, budaya lokal, pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dinilai dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkenalkan Kabupaten Musi Banyuasin kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan semangat Pemuda Karya Mandiri, Pakam Race diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi muda Muba yang kreatif, mandiri, berdaya saing sekaligus tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kelestarian lingkungan Sungai Musi. (**)

Pos terkait