METROBATAM.COM, BATAM – Manager Komunikasi dan Humas PT PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, angkat bicara terkait isu yang beredar di masyarakat soal konsumsi listrik data center di Batam.
Yoga menegaskan, informasi yang menyebut data center telah membebani sistem kelistrikan Batam adalah tidak benar.
“Disebabkan oleh data center itu tidak benar. Masyarakat bertanya akhirnya kapasitas untuk data center real-nya berapa sih,” ujar Yoga, Kamis(15/10).
Ia menjelaskan, hingga saat ini seluruh data center di wilayah kerja PLN Batam belum beroperasi. Semua masih dalam tahap pembangunan, sehingga konsumsi listriknya pun belum besar.
“Yang dapat kami sampaikan hingga saat ini untuk data center sendiri sebenarnya belum beroperasi, jadi mereka masih dalam tahap pembangunan. Jadi saat dalam masa pembangunan ini tentunya konsumsi listrik juga belum besar,” tegasnya.
Yoga menambahkan, kebutuhan listrik data center bersifat bertahap. Diproyeksikan baru akan mencapai kapasitas penuh pada tahun 2030 hingga 2031 mendatang.
Kondisi ini, menurutnya, justru memberikan waktu yang cukup bagi PLN Batam untuk menyiapkan infrastruktur.
“Dari sisi PLN-nya, dari sisi ketersediaan listriknya sebenarnya masih punya waktu untuk membangun pembangkit atau menyiapkan daya untuk kebutuhan data center sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yoga mengungkapkan bahwa nantinya setiap data center juga akan dilengkapi dengan sistem cadangan mandiri.
“Data center juga nantinya itu akan punya backup sendiri, akan punya semacam baterai untuk menyimpan itu, sehingga saat padam mereka juga bisa terapi listrik tanpa dengan PLN,” pungkasnya.
Dengan penjelasan ini, PLN Batam berharap masyarakat tidak lagi resah dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait kelistrikan di Batam.
(Budi)














