METROBATAM.COM, TANJUNGPINANG – Kelangkaan dan lonjakan harga bahan pokok di Tanjungpinang memicu kemarahan publik. Ketua Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAM NR) Tanjungpinang, Said Ahmad Syukri
yang akrab disapa SAS Joni secara terbuka menuding ada permainan oknum dan mafia di balik krisis ini.
SAS Joni, menyebut biang kerok kelangkaan ada di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Pasokan sembako dari luar Kepri dikabarkan tertahan akibat pengetatan pengawasan di Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ).
“FTZ diawasi ketat, tapi ekonomi rakyat malah mati. Ini kisah sembako yang tertahan di Pelabuhan Telaga Punggur, sementara di Tanjungpinang harga cabai, beras, minyak naik gila-gilaan. Kebijakan sepihak ini siapa yang diuntungkan?” tegas SAS Joni kepada metrobatam.com, Minggu (4/10/2026).
SAS Joni menilai ada kejanggalan besar dalam tata niaga sembako Kepri. Sebagai daerah kepulauan, Tanjungpinang sangat bergantung pada pasokan dari luar. Ketika pasokan ditahan tanpa ada solusi distribusi yang jelas, yang terjadi adalah kelangkaan buatan yang menyengsarakan rakyat.
“Saya menduga masih banyak pasokan yang dikendalikan oleh oknum dan mafia. Masa iya barang ada di pelabuhan tapi di pasar hilang? Ini pola lama,” ujarnya.
Fenomena ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Dalam sepekan terakhir, harga cabai, beras premium, dan minyak goreng di pasar-pasar tradisional Tanjungpinang dilaporkan meroket dan stok menipis.
Tak hanya menyoroti mafia, SAS Joni juga melayangkan kritik keras kepada Bea Cukai (BC) Batam. Ia meminta instansi tersebut tidak lepas tangan dari dampak kebijakan yang mereka buat.
“Tekan saja BC Batam soal pengawasan. Jangan hanya bisa buat aturan, tapi pengawasan di lapangan nol. Tugas mereka itu melancarkan, bukan menahan rezeki rakyat,” kritiknya pedas.
Ia memberikan peringatan keras kepada pejabat yang lalai dalam mengurus hajat hidup orang banyak.
“Bila ada kelangkaan, itu tanda yang ditugaskan pakai uang pajak rakyat tidak guna. Rakyat bayar pajak untuk dilayani, bukan untuk disusahkan. Kalau tidak mampu urus pasokan, mundur saja,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bea Cukai Batam terkait tertahannya pasokan sembako di Pelabuhan Telaga Punggur.
(Budi)














