Debu dan Ugal-ugalan, Truk Tanah Dilarang Lewati Bengkong

Truk pengangkut tanah yang tidak memiliki penutup saat melintasi di kawasan Batam Centre beberapa waktu lalu. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos

Metrobatam.com, Batam – Puluhan truk tanah yang beroperasi di kawasan Bengkong tak bisa melintas ke arah Bengkong Laut, karena jalan mereka ditutup untuk truk pengangkut tanah.

Puluhan truk yang tak bisa lewat terlihat diparkirkan di pinggir jalan hingga menyebabkan kemacetan di depan Shoping Centre,Bengkong.

Read More

Seorang sopir truk yang tidak diperbolehkan melintas, mengaku tidak tahu kenapa mereka diberhentikan dan tidak boleh melintas.

Sehingga mereka memutuskan memarkirkan truk di pinggir jalan. Jika memaksa melintas, kendaraan mereka akan ditindak.

“Kami tiba-tiba tak boleh lewat, tak tahu apa salah kami. Biasanya kami tak apa-apa lewat sini, tadi yang larang kami katanya anggota dewan,” kata sopir truk dengan nada kesal, Kamis (21/4/2016).

Sementara itu, Anggota DPRD Batam, Udin P Sihaloho, menyebutkan aktivitas truk yang melintas sudah sangat mengganggu pengendara lain.

Udin yang juga aktor dalam operasi penutupan jalan untuk truk tanah ini mengaku telah memperingatkan agar aktivitas truk tidak mengganggu pengendara lain.

“Ini mengganggu masyarakat yang juga pengguna jalan. Kami bukan melarang mereka beraktivitas, tapi jangan seolah itu jalan milik mereka, tadi ada truk yang membahayakan pengendara lain, makanya saya kejar dan saya suruh jangan lewat sini,” kata Udin di lokasi jalan yang ditutup.

Keluhan senanda juga banyak disampaikan warga yang rutin melalui jalan di kawasan Bengkong. Mariati juga mengungkapkan kekesalannya dengan truk tanah yang ugal-ugalan dijalan raya. Sopir truk tanah tersebut seakan-akan berpacu-pacu dijalan raya tanpa menghiruakan kesalamatan pengguna kendaraan bermotor. “Memang betul, kesal kalilah melihat truk tanah itu. mereka berpacu-pacu mengejar trip tanpa memperhatikan kita pengendara bermotor ini,”ujar Mariati

Andang, pengendara laiinya juga mengungkapkan hal yang sama. “Debunya tak tahan, apalagi kalau truk roda 8 itu, mnta ampun debu banyaknya. mereka juga gak peduli. seharunya disiram air,”ujarnya. (mb/tribunnews)

Related posts