Kejari Batam Tetapkan 2 Tersangka Alkes RSUD Embung Fatimah

  • Whatsapp
banner 468x60

Metrobatam.com, Batam – Kejaksaan Negeri Batam menetapkan dua tersangka terkait dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota Batam yang menggunakan dana APBN 2014 dengan pagu Rp20 miliar.

“Alat bukti sudah cukup untuk menetapkan FM dan RD sebagai tersangka dalam kasus ini,” kata Kasipidsus Kejaksaan Negeri Batam Muhammad Iqbal di Batam, Sabtu.

Bacaan Lainnya

FM adalah mantan Direktur RSUD Embung Fatimah Kota Batam, sementara RD adalah selaku Direktur PT Alexa Mandiri Utama pihak yang memenangkan tender pengadaan.

“Untuk nilai pasti kerugiannya masih dikoordinasikan dengan pihak auditor. Dalam waktu dekat mereka akan segera menyampaikannya,” kata Iqbal.

Ia mengatakan proses penyelidikan dan penyidikan untuk memastikan adanya korupsi dalam kasus tersebut memakan waktu cukup panjang.

Petugas dari Kejaksaan, kata dia, harus mengejar ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Medan, Bandung, Bekasi untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti atas kasus ini.

“Ini adalah perkara yang sangat menyita pikiran dan tenaga. Kamu bekerja keras mengingat modus yang digunakan termasuk baru dan belum pernah ditemukan sebelumnya,” kata dia.

Meskipun sudah ada penetapan tersangka, kata dia, namun sebanyak 12 item alat-alat yang sudah dibeli tidak akan disita sebagai barang bukti.

“Yang menjadi alat bukti adalah dokumen-dokumen, laptop, UPS dan PC yang menunjukkan data-data,” kata Iqbal.

Meskipun sudah ada dua tersangka namun Kejari Batam terus mengembangan kasus tersebut untuk menjerat pihak-pihak lain yang terlibat. (Mb/Antara)

  • Whatsapp

Pos terkait