PNS Pemprov Kepri Test Urine Secara Mendadak, ini Kata Gubernur

  • Whatsapp
banner 468x60

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Pelaksana Tugas Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun memenuhi janjinya untuk melakukan tes urine terhadap Pegawai Negeri Sipil secara mendadak.

Pemprov Kepri bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat melakukan tes urine setelah seluruh pegawai mengikuti upacara gabungan di Kantor Pemprov Kepri, Senin.

Bacaan Lainnya

“Tes urine ini untuk mengantisipasi penggunaan narkoba di lingkungan Pemprov Kepri,” kata Nurdin.

Satuan kerja perangkat daerah yang mengikuti tes urine ini yakni Biro Humas dan Protokol, Badan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Sekretariat DPRD Kepri. Sementara SKPD lainnya hanya diambil beberapa sample.

“Meski demikian, sewaktu-waktu masing-masing SKPD juga ajan di tes seluruhnya,” ucapnya.

Tes urine ini, tambah Nurdin, hanya ingin mengajak pegawainya sehat jasmani dan rohani sehingga bisa bersama-sama mewujudkan visi dan misi Pemprov Kepri yakni “Terwujudnya Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahtera, Berakhlak Mulia dan Ramah Lingkungan serta Unggul Dibidang Maritim”

“Kepri ini punya banyak potensi, dan kita semua punya cita-cita. Untuk mewujudkan cita-cita dan untuk memberdayakan potensi yang ada tersebut, kita harus selalu sehat, bugar dan kuat secara jasmani dan rohani. Jauhi narkoba dan obat-obatan yang bersifat merusak,” tegas Nurdin.

Dia mengatakan narkoba memberi dampak negatif kepada para penggunanya. Kinerja para PNS yang mengonsumsi narkoba akan terganggu, karena itu mereka harus dipastikan tidak menggunakan narkoba.

Pengonsumsi narkoba tidak mungkin dapat bekerja maksimal dan disiplin. Etos kerja dan semangat kerja juga menurun akibat mengonsumsi narkoba.

“Pengaruh narkoba sudah jelas bisa merusak syaraf penggunanya. Kalau ada pegawai mengonsumsi ini tentu akan mengganggu sistem kerja di pemerintahan seperti masalah

Dia mengatakan hasil tes urine ini menjadi hak BNN. Jika ada yang terbukti positif menggunakan narkoba, maka harus ditindak secara hukum.

“Tidak peduli anak siapa dan dari mana asalnya, pokoknya harus ditindak. Ini demi kebaikan kita bersama,” katanya.

Sumber : Antara

  • Whatsapp

Pos terkait