Metrobatam.com, Batam – Kapolresta Barelang, Komisaris Besar Helmy Santika mengatakan, pihaknya telah memeriksa empat orang saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus penyerangan disertai pembunuhan Ketua RT tersebut.
Menurutnya, kronologis kejadian itu bermula saat sekelomok anak muda yang diperkirakan mengendarai 15 sepeda motor melintas di sekitar TKP dan dua diantaranya adalah perempuan. Jika disimpulkan, sepertinya ada persoalan di mana rekan dari kelompok tersebut diserang kelompok lain. Kemudian mereka melakukan pengejaran ke arah tempat kejadian.
“Di sekitar lokasi, juga ada sekelompok warga yang tengah duduk menonton bola. Kemudian kelompok ini mendatangi kelompok yang menonton itu, hingga terjadi perkelahian,” ujar Helmy, Minggu (29/5) siang.
Korban datang ke lokasi dengan maksud melerai. Namun salah satu dari kelompok itu justru menyerang dan menusukkan pisau ke leher korban hingga meninggal dunia.
Dari keterangan saksi yang berada di lokasi dan ikut berkelahi dengan kelompok itu, salah satu perempuan dari kelompok itu menyebutkan bahwa salah orang.
“Setelah korban ditusuk, salah satu perempuan dari kelompok itu mengatakan pada rekan-rekannya telah menyerang orang yang salah atau salah sasaran. Mendengar hal itu, kelompok ini langsung melarikan diri,” lanjut Kapolres.
Ia sendiri berharap pada pelaku agar menyerahkan diri, jika memang seorang gantleman, di samping pihaknya terus melakukan pencarian, dikarenakan mereka telah menyerang orang yang salah.
“Menyerahkan diri akan lebih meringankan hukuman. Dibanding kami yang melakukan penangkapan. Ini kan sudah jelas salah sasaran. Kalau pelaku memang gantleman, seharusnya mengakui kalau ia salah. Yang jelas kami tengah melakukan pencarian hingga pelaku dibekuk,” tegasnya.
Ia juga mengimbau pada warga jangan melakukan tindakan sendiri dan bisa meredam emosi. “Beri kami waktu untuk menangkap pelaku. Saya juga tidak bisa mengatakan mereka adalah geng motor, karena belum dapat keterangan lengkapnya,” lanjut Helmy.
Selain itu, dari keterangan yang didapat, pelaku yang menusuk korban, memiliki ciri-ciri berbadan tidak terlalu besar dengan tinggi sekitar 165 cm, serta memiliki rambut mohak.
“Jika ada yang mengatakan kulit gelap, belum bisa dipastikan, karena suasana di lokasi memang gelap,” pungkasnya.
Sebelumnya, suasana di Tiban Kampung, Kelurahan Tiban Lama, Kecamatan Sekupang menjadi mencekam. Beberapa warga yang tengah duduk asik menikmati bandrek langsung lari berhamburan setelah sekelompok pemuda datang dengan membawa senjata tajam, Minggu (29/5) pukul 00.10 WIB.
Beberapa orang warga yang tengah duduk simpang empat Madrasah Tiban Kampung langsung berhamburan lari guna menyelamatkan diri. Namun sebagian warga lainnya sempat berkelahi dengan pemuda tersebut.
(Mb/Vnr/Haluankepri)














