Pemkab Kepulauan Anambas Dorong Bank Riau Buka KCP di Palmatak dan Jemaja

Metrobatam.com, Anambas – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) mendorong Bank Riau membuka gerai (Kantor Cabang Pembantu-red) di dua pulau besar yakni Pulau Palmatak dan Jemaja.

Sebelumnya Bank Riau Kepri sudah memiliki Cabang Pembantu di Tarempa. Wakil Bupati KKA Wan Zuhendra mengatakan langkah pemerintah mendorong Bank Riau Kepri membuka gerai tersebut agar Bank Riau Kepri dapat mempermudah masyarakat dalam pengurusan Perbankan. Apalagi perkembangannya ekonomi masyarakat sangat pesat dan mereka butuh perbankan untuk melakukan transaksi dan menabung.

Bacaan Lainnya

Mantan Wakil Ketua I DPRD KKA menjelaskan, dorongan Pemerintah tersebut sudah masuk dalam rencana Bank Riau Kepri tahun 2017 mendatang.

Lebih jauh Wan mengungkapkan, penyertaan modal Pemkab Anambas di Bank Riau Kepri sebesar Rp7,5 M. Devidennya mencapai kurang lebih Rp800 juta. Menurut Wan, sebenarnya pemkab  telah menyertakan modal pada tahun 2012, tapi sesuai dengan pembukuan Bank Indonesia (BI) penyertaan tersebut dihitung mulai tahun 2013.

“Baru tahun 2013 penyertaan modal Pemkab Anambas masuk neraca BI,” jelasnya.

Terpisah Pimpinan Cabang Pembantu Pincapem Bank Riau Kepri Tarempa Desrian,SE membenarkan kalau Devisi Perencanaan Strategi Bank Riau Kepri (BRK) akan melakukan survei ke Anambas usai lebaran mendatang. “Dari Survei inilah yang menetapkan layak atau tidaknya dibuka kedai, jaringan, atau apalah namanya karena dari pusat juga yang akan menentukan namanya di Palmatak dan Letung.”jelasnya.

Desrian mengungkapkan, sebelumnya, rencana pembukaan Bank Riau Kepri cukup di Palmatak saja. Namun seiring pekembangan daerah  Letung juga dianggap sebagai daerah yang potensial untuk direkomendasikan.

“Kita sudah usulkan rencana pembukaan jaringan kantor baru dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2016 untuk Letung dan Matak.”ungkapnya.

Masih kata Desrian pihaknya sudah menawarkan kembali kepada pemerintah daerah KKA untuk melakukan penabahan penyertaan modal, untuk saat ini penyertaan modal pemerintah daerah itu sebesar Rp7,5 M.”Untuk Devidennya sendiri pada tahun 2014 sebesar Rp2,3 M. Untuk Deviden tahun 2015 ini belum masuk ke kami, namun apabila telah masuk dari divisi operasional akan diteruskan ke Pemerintah daerah.

(Mb/Haluankepri)

Pos terkait