Reklamasi Terus Berjalan, Pengusaha Cuekin Permintaan Wako

Wali Kota Batam Kepulauan Riau Muhammad Rudi

Metrobatam.com, Batam – Permintaan Walikota Batam HM. Rudi supaya semua kegiatan reklamasi dihentikan, tidak digubris kalangan pengusaha. Kegiatan reklamasi pantai di kawasan Batam Centre hingga kini masih terus berlangsung, khususnya di malam hari.

Setiap malam puluhan truk berlogo Silma Group tetap mengeruk bukit dan menimbun di kawasan Batam Kota tersebut. Tanah penimbun reklamasi ini berasal dari bukit di kawasan Telaga Punggur. Puluhan truk yang membawa tanah itu silih berganti masuk ke areal reklamasi menurunkan tanah ke pinggir pantai yang dianggap perlu ditimbun dan diratakan.

Bacaan Lainnya

Menurut beberapa penduduk setempat, aktifitas reklamasi itu hingga kini masih terus berjalan, tidak pernah berhenti. ” Mereka terus bekerja malam hingga dinihari,” kata Irul warga yang bekerja sebagai tambal ban di pinggir jalan ocarina.

Ia mengatakan, biasanya pengurukan dilakukan pada malam hari dan dinihari itu digunakan untuk meratakan gundukan tanah yang berada di areal pantai. Ia menduga perusahaan itu dibekingi oknum-oknum pejabat dan aparat sehingga mereka berani mengangkangi perintah walikota.

Senada dengan itu seorang nelayan mengaku dia melihat secara langsung aktivitas reklamasi tersebut.
“Saya yang melihat langsung masih ada pekerjaan reklamasi,” kata seorang nelayan yang enggan disebutkan namanya, kemarin. Ia mengatakan saat dirinya mencari ikan semalam, ia menyaksikan bahwa pengerjaan proyek reklamasi itu masih berlangsung. Sejumlah alat berat tampak masih beroperasi di lokasi reklamasi.

Sebelumnya Pemko Batam telah memutuskan untuk menghentikan sementara proyek reklamasi selama tiga bulan. Keputusan itu diambil dalam rapat Keputusan tersebut diambil sesuai hasil evaluasi Tim 9 yang sebelumnya telah mengiventarisasi dan mengklarifikasi perizinan pada Jumat (14/5) lalu.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, proyek reklamasi akan dihentikan sampai semua persyaratan dan perizinan sesuai yang diatur perundang-undangan terpenuhi.

” Untuk sementara kita hentikan pembangunan reklamasi di Batam, sampai semua persyaratan perundang-undangan dipenuhi,” kata Amsakar kala itu. Keputusan tersebut harus ditaati pengembang.(mb/haluankepri)

Pos terkait