Inilah Tiga Poin Kapolri Selesaikan Konflik Tanjungbalai

Metrobatam, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan pertemuan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumatera Utara terkait kerusuhan bernuansa SARA di Tanjungbalai. Tito mengatakan, kerusuhan yang terjadi merupakan masalah individu yang bertetangga.

“Agar masyarakat tidak terprovokasi, karena ini persoalan individu, serta diminta berpikiran jernih dalam menyikapi masalah ini,” kata Tito dalam keterangannya tertulisnya, Sabtu (30/7).

Bacaan Lainnya

“Ini persoalan antara individu yang bertetangga,” sambungnya.

Tito menegaskan, Sumatera Utara sebagai tempat toleransi umat beragama harus dipertahankan. Ada tiga poin yang diinstruksikan Tito agar kerusuhan tidak meluas dan situasi kondusif terjaga.

Pertama, Kapolri melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama di Polda Sumut agar situasi aman dan tidak menyebar di wilayah Sumut lainnya. Kedua, dalam hal penegakan hukum telah dilakukan dengan menangkap 7 orang.

“Ketiga, Kapolda untuk sementara waktu akan tinggal di Tanjungbalai dan memimpin langsung pengaman di lokasi dengan memperkuat pasukan Brimob yang dibantu pasukan TNI,” urainya.

Kapolri juga memastikan situasi di Tanjungbalai sudah kondusif, untuk itu ia meminta masyarakat kembali beraktivitas secara normal. “Situasi di Tanjungbalai sudah kondusif. Sudah terkendali. Kapolda ada di sana beserta TNI dan masyarakat. Silakan terus melakukan aktivitas secara normal,” kata.

Tito juga meminta masyarakat tak terprovokasi dengan isu-isu negatif terutama melalui media sosial. Kerukunan antarumat beragama di Sumatera Utara harus terus dijaga.

“Peristiwa tadi malam itu juga karena adanya isu-isu provokatif di medsos, ada macam-macam gambar. Jangan sampai terpengaruh masyarakat,” ujarnya.

Tito menambahkan, saat ini Polri tengah melakukan penyelidikan. Polri akan mencari pihak-pihak yang menjadi provokator yang mengakibatkan kerusuhan tersebut.

“Kita akan cari yang provokatif di medsos jika ada yang berbau negatif. Yang penting di sana sudah kondusif dan kita akan lakukan evaluasi,” tutur Tito.(mb/detik)

Pos terkait