Warga Baloi Kolam Kecewa dengan Ketua DPRD Batam

Metrobatam.com, Batam – Ribuan warga Baloi Kolam yang menggelar aksi demo di DPRD Batam, Batam Centre, Selasa (19/7), akhirnya pulang dengan membawa kekecewaan. Pasalnya, harapan mereka agar wakil rakyat bisa bersikap tegas dan menunjukkan keberpihakan terhadap mereka, ternyata tidak sesuai harapan mereka.

Setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan warga selama hampir satu jam, Ketua DPRD Batam Nuryanto mendatangi warga yang sabar menunggu. Dihadapan ribuan warga yang menggelilinginya Ketua DPRD dari Partai PDI-Perjuangan ini hanya berjanji akan membahas tuntutan warga tersebut dengan pihak terkait, seperti BP Batam dan pimpinan daerah lainnya.

Bacaan Lainnya

“Saya akan mendudukan permasalahan ini bersama dengan BP Batam dan rapat dengan pimpinan daerah. Oleh sebab itu, saya harapkan warga Baloi Kolam semuanya bisa bersabar,”demikian disampaikan Nuryanto yang akrab dipanggil Cak Nur ini.

Mendengar jawaban Ketua DPRD tersebut, sontak warga kecewa. Karena sebelumnya warga meminta agar DPRD Batam merekomendasikan agar TNI diusir dari lokasi dan tidak ikut campur dalam masalah lahan di Baloi Kolam. Selain itu, mereka meminta DPRD Batam untuk memerintahkan aparat berwenang untuk menyegel alat berat yang masih melakukan aktifitas cut and fill di lahan Baloi Kolam.

Berbeda dengan Ketua DPRD Batam, pernyataan agak keras disampaikan oleh sejumlah anggota DPRD Kota Batam yang menerima warga Baloi Kolam, seperti Uba Ingan Sigalingging, Anggota DPRD dari Fraksi Hati Nurani Bangsa, Hamidi dari Fraksi Gerindra dan Sumali dari Fraksi Demokrat.

“Warga Baloi Kolam tidak mau diintimidasi dengan keberadaan Militer di pemukiman masyarakat. Kami berjanji akan membantu menyelesaikan masalah ini. Tapi tolong beri waktu satu bulan untuk menyelesaikan permasalahan TNI di tempat saudara ini. Kami semua anggota DPRD mendukung masyarakat, tapi semua itu butuh perjuangan. Diharapkan kepada warga untuk bersabar, ujar Harmidi, dari Fraksi Gerindra kepada perwakilan warga di ruangan Rapat Selasa (19/7).

Uban Singalingging selaku anggota Komisi IV DPRD juga menambahkan bahwa masalah lahan sebenarnya adalah urusannya kepada BP Batam. Namun dalam kesempatan ini, Uba  dengan tegas menyatakan bahwa TNI harus keluar dari lahan Baloi Kolam. Dia menolak ikut campur TNI dalam masalah lahan Baloi Kolam yang telah membuat warga merasa terintimidasi dan takut.

Hal senada disampaikan Sumali. Dia akan perjuangkan aspirasi warga Baloi Kolam. “Kami bakal memperjuangkan semua demi masyarakat, tapi kami meminta kepada saudara untuk menunjuk salah satu relawan untuk memetakan berapa luas lokasi lahan pemukiman warga tersebut.

Berdasarkan pantauan Metrobatam.com, aksi demo warga Baloi KOlam di DPRD Batam hampir berlangsung ricuh karena lamanya proses pembicaraan dengan DPRD Batam. Warga yang tidak sabar menunggu meringsek masuk ke kantor DPRD Batam, namun langsung dihadang oleh pihak kepolisian yang menjaga dengan ketat dipintu masuk gedung DPRD.

Tidak hanya ibu-ibu, warga yang bermukim di Baloi Kolam juga membawa turut serta anak-anak mereka yang masih balita . Disela-sela pembicaraan dengan perwakilan, orang tua dan anak-anak ini duduk dihalaman gedung DPRD Batam di Jl Engku Puteri. (edj/iswandi/parlin)

Pos terkait