Kualitas Udara di Kota Batam Mulai Tidak Sehat

Metrobatam.com, Batam – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau, mulai memasuki kadar tidak sehat pada Minggu dengan tingkat Indeks Standar Pencemaran Udara mencapai 127.

“Pengukuran kualitas udara ambien Kota Batam pada Minggu pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB nilai ISPU sebesar 127 atau kategori tidak sehat,” kata Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Minggu (28/8).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, buruknya kualitas udara di kota itu disebabkan oleh asap kebakaran hutan di Sumatera yang tertiup hingga ke Batam. “Karena sekarang sedang banyak angin Barat,” katanya.

Kualitas udara di Batam menurun sejak tiga hari belakangan namun kualitasnya masih sedang. Baru pada Minggu, kualitas udara menurun hingga level tidak sehat.

Ia memastikan Bapedalda telah melakukan persiapan bila kondisi udara terus memburuk, seperti kejadian tahun lalu.

Menurut dia, sesuai dengan aturan pemerintah, tindakan baru dilaksanakan bila kondisi udara mencapai sangat tidak sehat dengan level ISPU di atas 200.

“Kami saat ini terus monitoring kualitas udara harian. Dan pada saat mencapai level lebih dari 200atau kategori sangat tidak sehat, kami melakukan himbauan ke masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bila rentang ISPU antara 0-50, maka kualitas udara baik, yaitu tidak memberikan efek bagi manusia atay hewan, tidak berpengaruh pada tumbuhanm bangunan ataupun nilai estetika.

Kemudian bila ISPU 51-100 maka kategori sedang, yaitu tidak berpengaruh pada kesehatan manusia dan hewan, namun berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika.

Bila ISPU antara 101-199 kategiri tidak sehat, yang bersifat merugikan manusia dan kelompok hewan yang sensitif, serta bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan dan nilai estetika.

Lalu ISPU 200-299, kategori sangat tidak sehat, yang dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpencar.

Dan bila ISPU di atas 300, kategori bahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius.

Sementara itu, pada Sabtu (27/8) satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mendeteksi 65 titik panas berada di Sumatera dengan tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lebih dari 50 persen.

Sebanyak 61 titik panas di Riau tersebar pada lima kabupaten yakni Rokan Hilir 36 titik, Siak 13 titik, Bengkalis sembilan titik, Rokan Hulu dua titik, dan Kampar satu titik.

Terdapat empat daerah yang terdeteksi oleh satelit dengan jumlah total 49 titik diantaranya merupakan titik api karena miliki tingkat kepercayaan lebih dari 70 persen atau berpotensi karlahut.

 

Mb/Antara

Pos terkait