Kericuhan di Baloi Kolam Batam, 1 Orang Tertembak

Metrobatam.com, Batam – Bawor Arianto, 44, warga Baloi Kolam, Batam, Kepulauan Riau, mengalami luka tembak dalam kericuhan warga setempat dengan tim Terpadu Kota Batam, Kamis 22 September, pukul 16.30 WIB. Bawor terkena peluru di paha kanan saat berusaha meredam amarah warga Baloi Kolam yang menolak digusur Tim Terpadu.

“Saat itu dia (Bawor) berdiri di depan kerumunan warga. Dia meminta warga agar berhenti melempar ke arah Tim Terpadu. Saat posisi berdiri itulah dia terkena tembakan aparat,” kata Nov, warga yang menemani korban di Rumah Sakit Harapan Bunda, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (22/9/2016).

Bacaan Lainnya

Dokter di IGD RS Harapan Bunda berusaha mengeluarkan proyektil peluru yang menembus paha Bawor.

Sementara itu, situasi di Baloi Kolam berangsur kondusif. Ratusan warga yang tadinya terlibat bentrok dengan aparat mulai kembali ke rumah masing-masing. Namun sejumlah aparat dari kepolisian dan TNI masih berjaga-jaga. Dalam peristiwa bentrokan itu, polisi mengamankan dua warga yang diduga provokator.

“Ada dua orang diamankan karena jadi provokator. Saat ini masih diperiksa intensif,” kata sumber dari kepolisian.

Ratusan warga terlibat bentrok dengan aparat saat Tim Terpadu Kota Batam melayangkan surat peringatan kedua pada warga Baloi Kolam, Batam, Kepulauan Riau, Kamis 22 September. Warga diminta segera meninggalkan pemukiman di lahan sengketa itu.

Warga menolak dengan membakar ban dan menutup akses menuju Batuampar-Bandara Hang Nadim, Kota Batam. Lemparan batu, kayu, dan botol bekas tak dapat dihindari.

Ketua Tim Terpadu Syuzairi mengatakan, lahan yang ditempati warga sudah dialokasikan kepada investor. Terkait penertiban, pihak investor sudah menyiapkan lahan pengganti untuk warga di Nongsa, Batam.

“Perusahaan juga menyiapkan uang sagu hati yang nilainya sekira Rp7 juta per KK,” kata Syuzairi.

 

Mb/Metrotvnews

Pos terkait