2 Anggota DPRD Padang Pariaman Terekam Pesta Shabu di Batam

Metrobatam, Padang – Polisi segera mengklarifikasi dua pria yang terekam sebuah video sedang pesta shabu. Dua pria yang terekam ini diduga anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Anggota DPRD asal PDIP dan Partai Demokrat ini diduga melakukan pesta shabu satu tahun lalu di salah satu hotel di Batam. “Dua orang yang ada di gambar video itu akan kita klarifikasi, konteks klarifikasi bisa dipanggil atau kita datangi,” ujar Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rudy Yulianto, Sabtu (8/10) malam.

Read More

Rudy mengatakan, proses klarifikasi akan dilakukan secepatnya. Dia juga tidak mau berpolemik soal 2 orang di video tersebut. Dia hanya bisa memastikan 2 orang itu memang mirip dengan anggota DPRD Padang Pariaman.

“Klarifikasi akan dilakukan secepatnya, mengenai inisial mereka siapa itu kita masih ke depankan asas praduga tak bersalah,” ucapnya.

Rudy juga menjamin, dua orang yang diduga anggota DPRD itu masih ada di Padang Pariaman. Namun posisi detailnya Rudy tidak bisa mengungkapkan ke media. “Mereka masih ada di Padang Pariaman, belum ke mana-mana,” ucapnya.

Video ‘nyabu’ ini jadi viral di media sosial. Dalam video yang disebar di Facebook, pengunggah menulis ‘apa pendapat anda tentang video 2 oknum DPRD Kabupaten di Sumbar sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu’.

Dalam video itu terlihat dua orang duduk di depan meja. Satu orang sedang mengisap botol dengan sedotan yang menyerupai alat isap sabu alias dari sebuah sendok yang di bawahnya dibakar oleh rekannya. Di beberapa akun media sosial, banyak mengatakan 2 pria itu anggota DPRD dari suatu kota/ kabupaten di Sumatera Barat.

Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi, mengatakan, pihaknya sudah melihat video itu. Diduga 2 orang yang ada di viral tersebut berasal dari DPRD Padang Pariaman.

“Diduga dari Padang Pariaman, tapi ini baru awal sekali (informasinya). Jadi kami tetap ke depankan asas praduga tak berasalah,” ujar Syamsi saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (8/10) malam. Syamsi menambahkan, pihaknya akan mencari tahu keaslian video tersebut. Dia mengatakan, bisa saja video itu editan.(mb/detik)

Related posts