Badai Matthew Disertai Kolera Tewaskan 877 Penduduk Haiti

Haiti – Jumlah korban Badai Matthew terus bertambah. Reuters, Sabtu (8/10) mengulas, badai yang membawa hujan lebat disertai angin berkecepatan 233 kilometer per jam itu telah menewaskan 877 penduduk Haiti.

Lembaga perlindungan warga sipil Haiti membutuhkan waktu lama untuk menentukan jumlah korban karena harus melihat langsung para korban yang dimaksud untuk bisa menambahkan perhitungannya.

Bacaan Lainnya

Para sukarelawan tersebut mengatakan sekira 271 orang meninggal di bagian barat semenanjung, ketika Badai Matthew menerjang pada Selasa 4 Oktober 2016. Sedikitnya 61.500 orang diungsikan ke penampungan.

Catatan korban jiwa lain diterima dari kawasan barat Haiti yang terkenal subur. Sejauh ini dilaporkan 175 orang meninggal di desa yang dikelilingi bukit tersebut. Sedikitnya, ada tiga kota di Haiti yang mengalami kerusakan terparah dan korban jiwa terbanyak. Salah satunya di Chantal, di mana 86 orang meninggal.

Wali Kota setempat menjelaskan, sebagian besar korban tewas karena rumahnya tertimpa pohon. Di Kota Anse-d’Hainault, tujuh orang meninggal karena kolera. Wabah penyakit yang satu ini tidak pernah dikenal di Haiti sebelum penjaga perdamaian dari PBB menemukannya pada gempa bumi 2010 yang menewaskan 200 ribu orang di negara kepulauan tersebut.

Banjir bandang memunculkan kembali wabah ini. Di Chardonnieres, 17 orang lainnya meninggal karena wabah yang sama. Badai Matthew sejak Kamis 6 Oktober telah melipir ke Florida, Amerika Serikat dan terus bergerak ke utara negara bagian di tepi pantai tersebut.

Namun amukannya telah mereda dari kategori empat menjadi tiga. Sehingga korban yang tewas tidak sebanyak di Haiti, yakni enam orang. Seperti dilansir dari ABC, badai kian menurun ke kategori dua per Jumat 7 Oktober.(mb/okezone)

Pos terkait