Heboh Reklame Porno di Jakarta, Website DPRD Sidoarjo Juga Berisi Bokep

Metrobatam, Jakarta – Belum habis soal kemunculan video porno di sebuah papan reklame di Jakarta Selatan. Masyarakat kembali dibuat kaget dengan tayangnya video porno di situs DPRD Kabupaten Sidoarjo.

Informasi ini ramai di kalangan pengguna internet yang berhasil mengakses laman http://dprd-sidoarjokab.go.id/ sejak siang tadi. Di sebelah kanan laman, tampak video porno berdurasi cukup panjang.

Bacaan Lainnya

Namun ketika Okezone coba mengakses, laman tersebut sudah hilang dari peredaran. Meskipun, adanya konten porno dalam laman tersebut sudah beredar luas di kalangan netizen.

Sebelumnya, sebuah papan reklame di Jalan Prapanca Raya, Kebayoran Baru menayangkan video porno. Sontak saja, videotron berukuran besar yang lokasinya dekat lampu lalu lintas kantor Wali Kota Jakarta Selatan itu mengagetkan masyarakat.

Saat ini Tim Polda Metro Jaya sudah memeriksa 8 orang terkait tayangan porno di videotron di Jl Pangeran Antasari, Jaksel tersebut. Admin dari pengelola konten iklan di videotron juga ikut diperiksa.

“Masih berproses. (Yang diperiksa) admin, pemilik vendor terus kemudian saksi-saksi lain yang melihat kejadian. Sudah 8 orang kita periksa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Awi Setiyono saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (1/10).

Tim Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus ditegaskan Awi akan melakukan uji digital forensik terhadap perangkat CPU yang dibawa dari kantor PT Transito Adiman Jati. Uji ini penting untuk memastikan ada tidaknya kesengajaan penayangan video porno.

“Masih menunggu pemeriksaan digital forensik baru nanti bisa bicara data base ada di situ apa enggak, ada yang hack, sabotase apa enggak. Itu ketahuan dari digital forensik,” kata Awi.

Videotron berukuran 24 meter persegi yang dimiliki PT Matapena Komunika Advertama. Namun pengelola konten disubkontrakkan ke PT Transito Adiman Jati Transito Advertising.

Pihak PT Transito Adiman Jati meyakini munculnya film porno di videotron bukan karena kesengajaan. Karena itu perusahaan yang mengelola konten iklan pada videotron tersebut melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Ini di luar dugaan, tentu problem buat kita. Kita sudah melaporkan ke polisi. Saat ini teman-teman sudah berada di Polda. Kita ingin segera terlacak, karena kami meyakini ini bukan ulah kita. Istilahnya di-hack,”ujar juru bicara PT Transito Adiman Jati, Widi Krastawan kepada wartawan di Gedung Kompas Gramedia Jl, Palmerah Barat, Jakarta, Jumat (30/9).(mb/okezone/detik)

Pos terkait